Liburan lebaran

Liburan Lebaran ini, semua menyambut dengan suka cita, penuh harapan dan keceriaan. banyak sekali kegiatan dadakan yang muncul. berbagai hal yang bikin seru. seperti keluarga kami… . Aku yang biasanya mengandalkan makanan kiriman dari orang tua, kali ini mencoba  diantaranya, menghias rumah, mengganti gordyn, bunga2, kursi. Asyik juga ternyata, lebih terasa lebarannya. Aku akan senang sekali kalau teman dan keluarga datang nanti, mereka akan kaget melihat kreasiku….biasalah, mereka kan tahunya aku pemalas dan cuek. kubeli buah2an dan mengkreasikan aneka agar2, kue2 kupesan dari langganan saja. (soalnya kalo aku yang bikin nantinya tidak ada yang mau mencicipi…he…he ) Suami dan anak anak ikutan semangat melihat caraku menyambut lebaran kali ini. Entahlah, semangatku itu datangnya dari mana, aku tak tahu, yang jelas aku ingin lebaran ku kali ini memiliki warna yang lain dari biasanya. Niat ini timbul juga karena aku telah menjalani ibadah puasa mendekati penuh, berbeda sekali dengan lebaran yang sudah sudah… yang banyak bolongnya ( banyak ragam banyak pula alasannya ). Waktu untukku tidak terlalu sempit karena bisnisku di bulan ini kurang begitu ramai, pemesanan tiket pesawat untuk mudik lebaran tidak seperti yang dibayangkan, pemudik lebih suka menggunakan transportasi darat,penyebanya  mungkin karena  sarana jalan dari jambi ke jakarta makin membaik, syukurlah pemerintah sudah mulai memperhatikan kepentingan utama. akibatnya aku lebih banyak mengurusi pekerjaan lainnya, promosi di radio metro fm dan terutama mengurusi permintaan tur ke singapura, Malaysia dan Thailand untuk jumlah perorangan.

Hari pertama lebaran, kotaku di guyur hujan sejak pagi, udara dingin terasa melekat. suasana lebaran yang meriah belum terlalu terasa, karena suara takbir dari mesjid disekitar kami tidak dibarengi dengan teriakan dan keceriaan anak anak yang bermain menjelang sholat, mungkin terhalang oleh hujan. masih belum banyak yang keluar rumah untuk memulai aktifitas lebaran, biasanya seperti lebaran tahun lalu banyak orang yang berlalu lalang memakai pakaian baru bergaya muslim dengan rantangan ditangan sebagai antaran lebaran. namun kali ini, masih banyak yang menahan diri dengan menunggu hujan reda. Hujan..hujan…kok datangnya pagi pagi…dihari lebaran pula…., ( Maafkan Hamba Ya Tuhan, hamba tidak bermaksud menyalahkan karuniamu….)

Terpaksa dengan kaki yang basah  sambil menjinjing kain kami memasuki mesjid untuk menunaikan sholat sunnat Idl bersama ratusan muslim  lainnya, membaur bersama mengikuti shalat berjamaah.. memperhatikan kekiri dan ke kanan melihat berbagai karakter kaum Muslimat dan muslimin yang bergembira dan tertawa ceria mengikuti persiapan acara sholat, adapula anak-anak kecil yang berlari lari melintasi sejadah yang digelar,  bercanda ria tanpa memperdulikan keramaian, sibuk dengan dunia mereka. termasuk pula anak-anakku yang mulai tidak betah duduk ditempatnya menantikan acara sholat dimulai, dan ingin ikutan bergerak kesana kemari. dasar anak anak.

Selesai mengikuti sholat,  kami saling bermaafan sesama anggota keluarga, walau sehari hari juga sering minta maaf atas kesalahan, tapi permintaan maaf kali ini lebih mewakili kesalahan kesalahan lainnya yang tak terbaca di permukaan, yang telah menggores dan menodai keimanan. Aku mulai meminta maaf kepada suamiku dan berharap dengan ketulusan hati meminta di kikis habis seluruh salah dan khilaf yang pernah kubuat selama ini, maklum terkadang dalam sehari hari ada saja hal seple yang membuat kami bertengkar, anak anak juga mengikuti untuk menyalami papanya. setelah itu kami mulai menikmati makanan hari Raya dengan diselingi berbagai rengekan dan permintaan anak anak untuk diajak kebeberapa tempat. Hari ini kemerdekaan mereka untuk memiliki kami orang tuanya seutuhnya.

Tugas pertama mengunjungi keluarga mertuaku, karena orang tuaku berada dilain kota, jadi keluargaku saat ini hanya dilingkungan mertua. Tiba didepan pintu, disambut mama, semua telah berpakaian rapi dan menarik, ternyata mereka baru pulang dari sholat Idl. tercium aroma makanan yang sedap menyibak perhatian, ingin langsung mencicipi makanan hidangan mama. Rantang bawaanku sudah kuserahkan, kaget juga mereka aku bawakan makanan, biasanya aku kirimi aneka kue2 saja.  banyak sekali makanan yang bisa dinikmati, sampai bingung harus memulai dari yang mana. kupilih, kue masuba, salah satu kue khas Jambi dan Palembang yang legit, manis sekali. tidak semua orang menyukainya, tetapi tak sedikit pula penikmatnya, karena kue ini pasti ada disetiap hari lebaran. Kakak dan saudara ipar lainnya memujiku dengan pakaian yang kukenakan, he…he…langsing karena puasa atau langsing karena disengaja he…he..

Setelah bersalaman dan bermaaf maafan dengan anggota keluarga yang ada, ada yang mengganggu perasaanku saat itu, hubunganku dengan kakak ipar dan istrinya yang tidak bagus selama ini membuatku tidak menyalami mereka. Kata Mama, lebaran ini kamu harus minta maaf, karena kamu yang muda, harus mengalah….. demi kebaikan.

wadduh…minta maaf? sama orang yang sudah jelas jelas banyak salah dan suka nyakitin aku.???

ini sungguh tidak adil, aku tidak mau. aku tidak perduli mau baikan apa tidak..bagiku tidak menguntungkan berbaikan sama dia yang selalu menyakiti hatiku bertahun tahun… Mama menasehatiku pelan pelan, mencoba meraih hatiku dan melumerkan kekesalanku. Mama bilang, kamu akan beruntung di Akhir kelak, jika kamu mau mengalah dan mengulurkan tangan untuk meminta maaf dan terlebih dahulu memaafkan. Kamu tidak perlu malu atau merasa rendah.. , aku menolak dengan cemberut dan gelengan kepala. kenapa harus aku lagi yang minta maaf…nanti dia ulangi lagi. aku tidak mau, tidak baikan juga tidak apa apa, ma. Aku berkeras. didalam hatiku timbul rasa menyesal datang sepagi ini, coba kalau aku datang agak siangan, pasti tidak akan bertemu mereka, dan tidak akan ada acara minta maaf segala. addduhhh ma, jangan pojokkan aku disituasi ini. ( lama aku tercenung mencerna keadaan ini)

Mama mencoba menyelami perasaanku dan meminta aku untuk membuka lembaran baru, dia ingin kami anak anak dan menantunya hidup akur dan damai. Hmmm…. diam diam, hatiku mulai melunak, mulai terasa arti dan makna kata katanya. Memang benar kata mama, biar aku mengalah dulu untuk meminta maaf, kualihkan dulu rasa gengsi , sebal, muak dan lainnya terhadap kakak iparku ini. Aku coba memikirkan yang positif dan penuh kearifan, beajar bersabar dan mengalah..ada kalanya aku menang, dan ada kalanya aku kalah. ketika kakiku akan bergerak untuk melangkah menuju ketempat mereka duduk,  sungguh berat dan enggan sekali  rasanya…hati kecilku yang lain masih menolak untuk mengikutinya. kulihat mama dengan penuh harap memintaku untuk berjalan dan mengulurkan tangan.. aku turuti karena aku sayang ke mama dan karena aku ingin menunjukkan bahwa aku anak yang baik dan tidak membangkang. aku tidak mau merusak suasana dihari lebaran yang meriah dan ramai ini, hanya gara gara aku menolak meminta maaf, seperti sikap kanak kanak.  Akhirnya dengan perjuangan batin dan dorongan untuk ingin segera mengakhiri suasana yang tak menyenangkan ini, aku berhasil mengulurkan tangan untuk mengucapkan maaf dan berlebaran, walau tanpa berpelukan agar lebih seru dan afdol. bagiku itu sudah cukup, tidak usah pake pelukan segala, yang penting aku sudah minta maaf dan aku sudah mengalah, yang penting aku bisa melihat senyum bahagia dimata mama. Semua keluarga yang hadir yang kukira tak tahu tiba tiba tertawa meriah dan berucap senang, mereka gembira, karena hari ini keluarga kami sudah  utuh dan tidak ada lagi gerilya dan perpecahan. semua akan berkumpul lengkap seperti sedia kala, utuh. betapa berharganya perdamaian di hari lebaran. Aku menang..aku berhasil menghalau kemarahan dan kebencian yang tak berujung. hanya dengan kalimat “maafkan aku ya, selamat lebaran”. Alhamdulillah.. semalam aku sudah membayar zakat dan Fitrah, dan hari ini aku sudah melepaskan sikap permusuhan yang mengganggu.

Lebaran yang Menyenangkan……..

Kenapa hanya bisa berkumpul seperti ini dihari lebaran saja?  Semua datang dari jauh untuk bertemu dan saling memberi hadiah menarik, ramai ramai berkumpul mengunjungi sanak keluarga lainnya. di hari lebaran ini, kami melihat perkembangan kehidupan masing masing dari anak anak mama. dari pakaian dan penampilan mereka akan terpancar kehidupan perekonomiannya. Ada yang berlebih dan ada yang biasa saja, tetapi tetap bersemangat. Kami hampir lupa hanya lebaran yang bisa mempertemukan kami, karena hari lainnya semua sibuk dengan kehidupan masing masing,… Lucunya Anak anak sudah sejak kemarin meminta lebaran dipercepat, karena mereka sudah tidak sabaran menerima THR dari om dan tantenya…masing masing mendapatkan jatah lebaran.. berebutan, membuat kami para orang tua harus menyiapkan uang kertas baru.

Dihari kedua, aku sedikit memaksakan kehendak untuk mengajak keluargaku menonton film Laskar Pelangi di 21. salah satu film yang sudah kutunggu tunggu sejak diinformasikan untuk ditayang akhir puasa. Kami pilih jam tayang terakhir agar tidak mengganggu acara berkumpul. Cerita film dimulai, aku berdebar dan bersiap siap untuk menyimak. Sekolah SD Muhammadyah…hmmm..ini ya Belitung itu. Belitung yang sekarang sedang semangatnya mempromosikan pariwisatanya. Aku belum pernah kesana. Suatu saat aku harus kesana, tunggu saja. Kunikmati cerita di film ini, menarik sekali…karena ini di film kan, maka lebih seru nonton setelah membaca bukunya … berkali kali aku menangis dan berurai air mata…Gila  sekali aku. Apalagi oleh sikap Lantang, aku berkali kali mengusap air mata. mana sapu tangan lupa bawa lagi, terpaksa ujung baju jadi korban. Film ini menyentuh hatiku, membuat aku terharu. sebuah kepolosan dan realita hidup tetapi sangat membanggakan.

Aku menyukai film ini, ini termasuk film favoritku setelah indiana Jones, Ghost, Pretty woman dan ….beberapa film lainnya. menonton, salah satu caraku untuk mengendorkan urat syaraf yang  kaku dan tentunya menghibur hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s