Selamat tinggal kota Dumai yg gerahhh…

Ini kerjaan ayah semalam, ngga pernah berhenti bergerak…
Ada2 saja yg dikerjakannya.
Sementara ayah mengurus pisang, anaknya sibuk main foto2.
Ayah ngga suka diambil foto2nya kalau lg ngga rapi. Jd mesti nunggu pas kondangan dan lebaran dulu ambil fotonya ya yah? Hehehhe
Walau sdh tua begini kan ayahku juga…. waktu masih muda ayah ganteng sekali..

Kok ngga bawa cucuku katanya..?

Aku lagi kangen ayah dan amak aja…sebentar saja mengunjungi Dumai.
Kasihan bawa anak2 kalau ngga nyantai..mereka juga baru saja sembuh dari sakit.

Ayahku sangat mencintai amakku
Ayah, bapak yg terbaik buat kami berlima saudara.
Walau miskin ayah selalu menjaga dan melindungi anak2nya.

Aku diajarkan berjualan..jiwa dagang dan marketingku ditanamkan sejak kecil.
Walau aku blm juga sempat menyelesaikan kuliahku hingga kini.

Kami semua diajarkan mengaji oleh ayah, dididik untuk saling kasih mengasihi sesama saudara…
Ayah sangat marah kalau kami berselisih paham apalagi tidak saling membantu.
Ayah merekatkan hubungan persaudaraan kami.
Ayah tak suka berpura pura, tak suka kemunafikan dan tak pernah menyulitkan orang lain.

Dulu waktu kecil, aku selalu nonton tipi bareng ayah. Kami punya hobby yg sama, karena aku begitu dekat dg ayah sebagai anak sulung kesayangannya.
Ayah suka bola aku ikut nonton, ayah nonton tinju aku ikut teriak2..ayah bergadang nonton bulu tangkis, aku selalu disampingnya.
kami sangat menyukai film flora dan fauna..sekarang seperti di Nat Geo itu.. mata kami tak akan berkedip melihat tayangan satwa yg mengagumkan.. sambil ayah bercerita menjelaskan ttg kehidupan hewan itu kepada kami.
Sungguh masa yg menyenangkan.
Dan aku juga ikutan fokus menonton dunia dalam berita, aku tahu ttg sejarah dan presiden suharto serta nama2 menteri masa itu…mungkin krn dulu menteri jarang diganti2. Saat itu ayah punya sosok menteri yg dikaguminya..aku juga ikutan mengenal serta kagum dg menteri itu.
Kalau ayah mengagumi ulama..aku juga kagum..
ayah ngga suka sinetron atau filem2..aku diam2 suka hehe…
Secara tidak langsung..ayah juga guru terbaik selain guru disekolah.

Kalau makan, ayah selalu mendahulukan kami anak2nya.
Setelah kami mendekati kenyang baru kelihatan ayah makan dengan lahap mengejar kami cepat selesai.
Ayah ngga suka pemborosan…ayah selalu irit dalam segala hal…
Kami hampir tidak pernah makan diluar. Ngga ada tuh cerita makan di warteg atau restoran…

Aku sering kena marah kalau kebanyakan ceriwis…ayah ngga suka kalau ngomong berlebihan.
Aku selalu jaim didepan ayah..
Aku ngga mau ayahku gundah kalau anaknya pulang telat atau tidak mau mengaji.
Pahaku akan kena rotan kalau mengajiku pletat pletot ogah2an…
Tp karena ayahlah aku bisa menjadi wanita tegar..

Aku sering mengajak ayah utk ikut dg ku di jambi, namun ayah punya alasan sendiri. Katanya sdh tak sanggup mengikuti keadaan zaman dan beratnya kehidupan.
Ayah lebih suka dlm ketenangan dan fokus ibadah bersama amak. Berkebun aneka tanaman dan berternak dirumah…hmm indahnya masa tua ayah…
Kalau kangen ayah..datanglah katanya.

Aku benar2 kangen ayah..kangen amakku…

Sayang sekali anak2ku tak mempunyai “ayah” seperti ayahku.
Ayah penuh nasehat dan jalan keluar dari setiap masalah…
Ayah penasehat terbaik kami.

Aku akan sampaikan aliran kasih ayahku kepada mereka..
Kasih sayang itu tak harus makan yg enak2 ditempat mahal..jalan2 enak dan bergelimangan kenikmatan serta fasilitas.
Kasih sayang itu sederhana sekali..
Bisakah aku melakukan teknik pendekatan spiritual seperti yg ayah lakukan kekami utk aku terapkan ke anak2ku??
Wallahuallam bissowabb…aku akan coba sedikit2 memperbaiki yg sdh terlanjur berantakan ini.

Setiap aku berkunjung ke rumah ayah di DUMAI..banyak sekali pelajaran berharga yg aku dapatkan.
22 tahun hidupku terpisah dari ayah atas perkawinan.
Pola hidupku sudah sangat berubah jauh..
Aku tidak lagi hobi nonton bola, bulu tangkis atau segala aktifitas diatas…krn pasanganku tdk punya hobi yg sama.
Kualitas makna kehidupanku menurun, walau secara materi lebih baik…
Menyesalll..??? Ngga….semua ada hikmahnya.

Sekarang….
Aku kembali disadarkan akan kenangan masa laluku yg benar….
Cara ayahku yg terbaik… kedekatan emosional ayah dan anak tak bisa dipisahkan oleh materi.
Ayah tak pernah marah jika aku lupa berkirim uang rokok, lupa membantu uang jajan mereka krn alasanku yg masuk akal.
Ayah tetap sayang dan menghubungiku..mencari tahu ttg keadaanku.
Ayah kehilanganku jika aku memilih diam tanpa kabar berita..krn aku tak ingin berbagi derita dg ayah… ayah akan sabar menanti aku untuk menghubunginya.
Naluri ayah sensitif sekali…dia akan tahu jika aku sedang tidak baik2.
Doanya tak pernah putus buat aku dan anak2 serta cucunya..

Aku sayang ayah dan akan selalu merindukan ayah serta amakku.
Aku bangga dan bahagia memiliki kalian berdua serta saudara2ku yg selalu membantuku.

Sehat selalu ya yah..
Tetaplah berdoa agar kelak kita atau ayah bisa umroh bareng amak…

Hatiku dipenuhi rasa syukur jika sdh bertemu mereka.
Aku merasa lebih damai dan semangat untuk menjalani kehidupan yg harus dilanjutkan untuk mereka yg ber4….
Perjuangan masiiih panjang.
Semoga kelak aku bisa sedikit saja menggoreskan cerita indah buat dikenang anak2ku.
Seperti aku yg mempunyai cerita indah tentang ayahku..
Ayahku pahlawanku…

Aku pulang dulu ke anak2ku.
Nanti kita akan ketemu lagi…Insya Allah yah..

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s