JOY

Panggilannya Joy, dia menyukai nama itu. Itu adalah nama pemberian kami berdua kala dia masih bayi, karena sejak dia lahir kami agak bingung untuk mendapatkan sebuah nama yang pantas dan bagus untuknya. Hingga akhirnya melalui sebuah buku nama bayi, kami menamakannya di akte lahir Tsawabulkhair yang berarti pahala kebaikan, semoga hidupnya seindah namanya kelak.
Pada saat lahir Joy  tidak begitu besar, beratnya hanya 3,3 kg dan  termasuk normal untuk ukuran anak sehat.  Sejak kecil dia juga mendapat perlakuan lain dari kami dibanding yang diterima abangnya.  Joy sehari hari berada dibawah pengawasanku sambil diasuh oleh pembantu. Joy kecil cukup kuat, lucu sekali dan “tahan banting”.
Anak kedua kami ini tumbuh dengan baik dan berkembang pesat. Mungkin karena sejak berumur tiga bulan, aku belajar menerapkan olahraga kepadanya, yaitu kakinya dan tangannya kutarik tarik serta kuayun ayun layaknya cara orang barat mengasuh anaknya. Joy jadi makin terlatih dan bertubuh gempal. Dia termasuk sangat jarang sakit dan rewel. Dia selalu bergembira dan aktif. Pola makannya tidak mengalami kendala dan permasalahan.  mau malahap apa saja yang diberikan kepadanya. Mau makan sendiri tanpa disuap suapin.
Dari info teman dan buku pendidikan balita aku melatihnya dengan memperdengarkan musik klasik sejenis Mozart. Setiap saat terdengar alunan musik yang berbeda untuknya, manfaatnya agar dia tumbuh cerdas dan memiliki daya tangkap yang baik. Dipercaya musik sangat membantu pertumbuhan syaraf otak dan imaginasi anak.
Aku selalu berusaha mencari program yang terbaik untuknya dari berbagai macam buku dan pola pengasuhan anak. Namun karena sempitnya waktuku bersama dia, mengakibatkan pembelajaran itu selalu tertunda dan kacau.
Terkadang aku merasa memiliki beban kalau tidak dapat memberikan yang terbaik untuknya.
Mungkin itu disebabkan karena saat itu perekonomian kami belum cukup baik dan cenderung butuh kerja keras untuk mencukupi kebutuhan kami sekeluarga karena aku membantu papanya bekerja, Akibat ” buruknya”  Joy menerima pembelajaran seadanya saja dari kami.
Ketika berumur 3 tahun, Joy kecil diikutkan sekolah Play Group di dekat rumah.
itu sedikit membantunya mengenal dunia sekolah lebih dini dan membantu meringankan beban morilku sebagai seorang ibu.
Sekarang Joy sudah berusia 8 tahun dan bersekolah di SD 47 di kelas 3, dia juga mengalami masa kanak kanak yang cukup bahagia dan lebih baik dari apa yang pernah dialami abangnya dimasa kecil. Joy tumbuh menjadi anak yang cerdas, pemberani, selalu bergembira, penuh rasa ingin tahu dan tidak memiliki banyak masalah dalam belajar, aku bersyukur sekali bahwa dia cukup kooperatif dan bersahabat kepada siapapun. siapapun yang pertama kali mengenalnya pasti akan menyukainya, karena sikapnya yang ramah dan baik serta bodynya yang gendut dan lucu menggemaskan.

Ulang tahunnya jatuh pada setiap 25 Desember. selalunya di hari libur massal. Bagi Joy itu adalah hari teristimewanya di dunia ini. Karena setiap saat dia ingat akan hari jadinya itu dan selalu mengingatkan kami untuk merayakannya. Hanya saja, kami merasa bersalah karena belum dapat memenuhi keinginannya untuk  merayakan sebuah pesta ulang tahun untuknya dengan mengajak teman teman, saudara dan gurunya seperti yang pernah kami lakukan terhadap Boy abangnya.
Mungkin suatu saat nanti bila mama dan papa memiliki tabungan lebih, mama dan papa janji akan membuatkan sebuah perayaan ulang tahun seperti yang Joy hayalkan.
Untuk sementara Joy bersabar saja dahulu dengan pesta sederhana dan kecup sayang dari mama, papa dan abang.
Joy, Tetaplah kreatif, rajin belajar dan bergembira menjalani hari hari…

Kami semua menyayangimu nak.

Mama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s