LAMPU YANG SEDANG SAKIT

Lampu,…Sekarang sudah mulai kambuh lagi nih penyakitmu, sudah kembali angot angotan lagi. Obat yang tempo hari dibeli ternyata belum bisa menuntaskan sakitmu yang makin parah. Tidak sekali dua kali dalam sehari kamu koma, bahkan bisa tiga hingga empat kali.

Duuh.. capek hati juga merasakan sakitmu. Lampu, kamu yang sakit, tapi kok kita semua jadi kena dan ikutan sakit. Banyak sekali akibat yang ditularkan. Misalnya pada si PC ku yang pentium tiga itu, kini dia sudah mulai batuk batuk pula. bahkan sering tiba tiba diam tak bergeming membisu. kami tak bisa mendapatkan manfaat lagi dari kehadirannya, terpaksalah dia di gotong dan dibawa kespesialisnya yang selalu rajin menerima kunjungan teman temannya akhir akhir ini.
Sang spesialis juga menyalahkanmu lampu, aku tak bisa menjawab ketika dia menyarankan menggunakan UPS. Apa dia pura2 tidak tahu ya.. Ups ku kan sudah 6 buah menumpuk di gudang dalam keadaan sekarat tanpa jelas apa penyakitnya. Malas saja aku membawanya ketempat perawatan khusus, ujung ujungnya ya beli alat pengganti yang nilainya hampir senilai UPS itu.
UPS ku yang terbaru bermerek terbaik seperti saran penjual komputer, terkadang sudah mulai ogah ogahan menyuplai listrik kepada PC lainnya.
Kalau begini terus menerus.. usahaku bisa babak belur juga.
Lampu kamu harus sehat, kamu harus mencari dokter spesilalis terbaik yang bisa menyembuhkan penyakitmu.
Bagaimanapun juga kuakui hanya kamu tempatku bergantung… bersandar untuk melanjutkan kehidupanku seterusnya.
Andai kamu memiliki teman rival yang lebih baik, mungkin penyakitmu tak begitu mengusikku,
aku tak akan sepusing ini memikirkan keadaanmu.
tapi apa daya, aku hanya orang biasa, suaraku juga tak ada gunanya, teriakanku hanya membuatmu makin dingin dan pucat.
Hanya saja aku berharap.. kasihani aku, kasihani PCku, kulkasku, mesin cuci, ac, mesin fax, dan yang lainnya itu… jangan sampai mereka ikutan sakit sepertimu.

Cepat sembuh ya Lampu..
Aku pasti mendoakanmu…apalagi sebentar lagi Ramadhan akan tiba,
mana mungkin si lilin yang akan menemani sahur kami.. terasa lucu kedengarannya.
melihat lauk dan makanan saat kamu terang benderang aja, selera makan sedikit. apalagi kalau makan di suasana remang remang…
tak mungkinlah Lampu.
Yang penting…. kamu periksa cepat kesehatanmu, sembuhkan dirimu. Agar kami bisa tersenyum kembali.
dan ikhlas membayar setiap tagihanmu padaku.

One Comment Add yours

  1. Iksa says:

    [salam kenal ya … >> jabat tangan>>]

    He he hayo protes ke Pak Li Ne ….. supaya si lampu segera diobati dari sakitnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s