DUA MALAM DI NEW DELHI

cimg6477Sudah jauh2 hari mempersiapkan keberangkatan ke New Delhi, Visa juga sdh siap 1 minggu sebelum keberangkatan, tepat tanggal 22 April jam 11’25 terbang dengan Lion Air ke Jakarta, mendarat dengan mulus di Cengkareng. namun aku harus ke Jakarta Kota untuk mengantarkan berkas Visa Korea tamu yang akan berangkat minggu depan.  sedikit terburu buru kuminta sopir taxi menuju alamat yang kuarahkan.

dan pukul 7 malam aku sudah kembali ke Bandara terminal 2 untuk terbang ke Singapura dengan Value air, karena memang tiketku dari Sin ke Delhi pergi pulang . jam 21’35  Value Air terbang di awang awang menuju Singapura dan landing tepat tengah malam waktu setempat. Welcome in Changi Airport, kembali aku menginjakkan kaki di Changi ini, salah satu airport termashur di dunia dengan kebersihan dan segala fasilitasnya. Aku ingin menghabiskan waktu disini saja sambil menjelajah seputar Changi.  memperhatikan berbagai sudut yang ada di bandara ini. Bandara yang tak pernah berhenti beraktifitas. aku tak ingin kemana mana atau menginap di Hotel, dengan waktu yang tanggung untuk menghabiskan uang ratusan dolar, mubazir. di Bandara ini semua bisa dilakukan, bergadang dan menikmati perjalanan. banyak kegiatan dintaranya bisa massage kaki yang letih tanpa batas, membuka internet di komputer bandara walau aku juga membawa serta laptop kesayangan, hunting makanan di berbagai fast food, cuci mata di pertokoan bandara, berbaring di sofa transit atau turun naik skytrain antar terminal sepuasnya. Semua orang tampak sibuk dan seakan tak perduli dengan kehadiranku disini. ada juga fasilitas menelpon gratis yang bisa dinikmati disini. Malam di changi tak ada bedanya dengan isang hari. banyak kutemukan penumpang transit sepertiku disini. ada bule, ada juga tkw yang duduk dan baring berjajar di lantai karpet bandara khusus dibagian transit.tetapi tidak tanpak bandara ini rumit dan sesak. andai bandara kita seperti ini yah..  pasti banyak orang yang tak mau menginap di hotel untuk transit. Setelah mulai letih dengan menggendong ransel akhirnya aku memilih duduk  di sofa coffe bean cafe di terminal 2 sambil memesan segelas teh hangat dan menikmati roti bread talk yang tadi kubeli di Jakarta, online di internet main fesbuk  lumayan menemaniku menghabiskan waktu. aku tak bisa minum kopi, jadi hanya teh tawar segar yang kunikmati. pegawai coffebeannya juga baik, berulang kali dia menawarkan minuman hangat gratis, sekali bayar 4 dolar sin selebihnya gratis he..he. ternyata dia gadis melayu, ramah dan baik tidak seperti gadis singapura yang ketus dan sombong. beruntung sekali kita dijawab bila bertanya kepada warga negara singapura, mereka akan menggelangkan kepala dan malah menyuruh meminta bantuan ke petugas bandara. ketat dan penuh curiga disini.

bertiga-min-dan-kim

Pagi sudah menjelang sejak semalam aku tak bisa memejamkan mata, tak bisa tidur dengan kondisi ramai seperti ini, walau aman dan biasa saja, tetap tak bisa. pesawat Air India yang akan membawa keIndia sudah mendarat dan aku juga sudah checkin, wah..aku akan ke New Delhi… kuperhatikan Peta di internet, aku sekarang akan pergi ketempat yang lebih jauh dari kemarin ke Vietnam. makin jauh dari tanah air Indonesiaku. didalam fikiranku, andai aku tersesat, bagaimana caraku kembali ke rumah. he..he… mikir juga ya, jauh jauh ke negeri orang. Tak lama kemudian aku mulai disibukkan memperhatikan penumpang lainnya yang rata rata berwajah India. mereka berhidung mancung dan berkulit agak gelap dan sebagian lagi ada juga yang agak terang kulitnya.

Tak terasa panggilan boarding dan aku beranjak menuju tempat dudukku di pesawat, kucari no 18 F, ketemu. tapi ampunnn..aku akan duduk sejajar dengan tiga orang lelaki india dari Suku Sigh. mereka berpakaian putih putih dan bersorban orange mirip seperti kyai dari Jawa. hmm..hidungku kembang kempis mencium aroma mereka, aku bakalan pusing dan mual sepanjang jalan. Untungnya taklama kemudian mereka menyadari ketidak nyamananku dan mereka pindah duduk ke belakang..ohhh.. Alhamdulillah, apa yang mereka santap sehingga baunya seperti itu yah…?

dengan-min-dari-korea

Perjalanan dari Sin ke Del ditempuh selama 5 jam 45  menit, cukup lama buatku, mata tak jua bisa terpejam, satu jam kemudian setelah perjalanan penumpang disuguhi makanan, aku memilih menu ikan, ingat makanan yang pernah kunikmati dulu di perjalanan Singapura Bangkok . tapi rasanya ya ampuun  beda sekali… tak apalah, asal halal, aku akan coba nikmati, lapar yang bicara. sesekali aku harus bersyukur menikmati makanan tak enak ha..ha.  untung selanjutnya ada  tambahan snack dan soft drink. sambil mengisi waktu aku menonton film bagus di kursi, dibintangi idolaku Richard Gere, kalau tidak salah judul filmnya ” nights in rodantale “.  Film bagus, ceritanya sedih dan mengharukan. sedikit membantu membuatku nyaman selama didalam perjalanan. perjalanan menjadi tidak membosankan ditambah mendengar musik dari audio.

Pramugarinya berpakaian saree,… duh mereka ngga risih apa ya?.. kalo aku yang pakai mungkin sudah jatuh tersungkur berkali kali sambil mengangkat kain. mereka wanita India yang mencintai budayanya…. tapi, wajah mereka kok tidak seperti pramugari yang biasa kutemui ya? ,dari keempat orang ini tidak ada yang bisa dikategorikan cantik atau manis, umurnya pun sekitaran aku, sudah dewasa sekali. Kemungkinan mereka mempunyai banyak keahlian lain atau jagoan sehingga bisa jadi pramugari, gayanya gesit sekali. mondar mandir melayani permintaan sekian penumpang  di pesawat ini. ( pesawat  terisi sekitar 90% , type A 319 seperti punya Mandala Airlines dan air asia) dengan aneka servis dan penawaran. Untung dulu aku tidak jadi pramugari,..kelihatannya saja keren namanya tetapi di pesawat menjadi pelayan sejati. babak belur menjalankan tugas. didalam hatiku ada rasa kasihan dan tertegun. mungkin ini yang dinamakan jalan hidup. Alhamdulillah dengan profesi yang kujalani sekarang ini. its my life. i love it.

cimg6404

Di depan tempatku duduk tampak dua orang perempuan berbusana seperti wanita Indonesia, mereka sepertinya dari Jawa, berjilbab dan berwajah lugu. kusapa mereka dan dengan wajah tawa sumringah mereka antusias memandangiku. mereka mengira aku bukan dari indonesia, mereka akan ke Kairo dan Oman untuk jadi TKW. pesawat mereka transit di Delhi dan akan menanti pesawat berikutnya ke Dubai. ternyata sejak dari Jakarta mereka satu pesawat denganku dan mereka sama sekali belum makan hingga naik di pesawat ini. katanya tak punya uang dan tak tahu mau beli apa. hatiku tersentuh. bu kenapa harus jauh jauh mencari uang ke negeri orang, belum tentu setiap tahun bisa ketemu keluarga. Mereka lebih suka di negeri orang untuk mendapatkan uang sebesar 2,5 juta perbulan utuh. hmmm.. persoalan bangsa yang pelik. aku kembali bersyukur dengan kehidupan yang kuterima dan jalani. Alhamdulillah. dan semua bekalku kuberikan ke mereka. naluri sebangsa di negeri orang membuatku menjadi sensitif. Mari kita saling mendoakan bu. Aku berpamitan dengan mereka dengan pandangan miris, bangsaku mencari dolar dinegeri orang.

Pukul 13’30 waktu Delhi pesawat sudah mendarat di Bandara Indira Gandhi International Airport, sejak diatas sudah kuperhatikan Daratan Delhi, sekarang sedang Summer, semua kering, dari atas tak nampak kesejukan dan kehijauan. gersang dan tandus. suhu udara di luar ditampilkan mencapai 40 derajat. panas sekali untuk ukuran kita.

Selesai melalui pintu imigrasi yang terkesan biasa saja, ini kali kedua namaku disebut petugas, Indian name madam? nice name. Aku selalu tersenyum mendengar namaku dipujinya. Nila artinya Biru dan cool. mereka menyebut namaku indah. Terima kasih, sambutan yang ramah memasuki pintu gerbang negara India. diluar aku sudah dijemput team Satte yang mengundangku kesini, dengan menggunakan kijang Innova aku diantar ke hotel Radisson yang berlokasi di dekat bandara. jaraknya sekitar 15 menit saja.  setelah menjalankan proses administrasi, aku memasuki kamar hotel berbintang 5 itu dan..mencari kabel internet. connect ke FB langsung dan ym, mengabarkan ke keluarga keberadaanku yang baik2 saja.

makannnn

India , New Delhi. aku disini dan menikmati malamku di hotel ini dengan internet. setelah dinner di le Meridien kembali ke hotel. selama 2 hari mengikuti program sebagai Buyer hosted ( international Buyer ) tanpa bisa kemana mana, selain venue nya yang jaraknya 1 jam dari hotel juga jauh dari keramaian. persis seperti JHCC Senayan di Jakarta, jauh masuk kedalam, harus menggunakan shuttle car lagi.

Aku bertemu dengan berbagai bangsa dan negara dari asia dan eropa. mereka sama denganku diundang mengikuti Satte dan terikat kegiatan dan appointment bisnis mengenal semua kota di India. teman akrabku berasal dari Korea, Min namanya. gadis 24 th yang lugu dan pintar. hobbynya fotographi, tepat sekali pasanganku ini he..he. aku menyukai di foto dan dia senang memotret. Bahasa Ingrrisnya jelek sekali, setiap ditanya orang dia akan menggeleng dan menghindar. tetapi dia bisa berkomunikasi denganku, karena aku juga menambahkan bahasa lainnya yaitu bahasa isyarat dengannya ha..ha. Min..Min.. kami akrab berdua menjalankan tugas. dia lebih banyak diam setiap pertemuan, dan mangangguk angguk tanda mengerti setelah dijelaskan, setelah menjauh dari stand aku akan tanyakan padanya. kamu paham apa yang dikatakan bapak itu min? dengan senyum simpul dia akan bilang ‘no. ha..ha…Min, kok bisa lu lolos kemari. aneh .

Setelah kembali dari Venue Satte pada hari kedua aku mengalami musibah terkunci di lift hotel Radisson. Lift jammed, sama sekali tidak bergerak turun atau naik. aku nyaris panik dan ketakutan. kutekan bell di lift untuk minta di bukakan pintu lift. sekitar 10 menit aku terkurung di lift ini, mereka diluar berupaya membuka paksa pintu dan menenangkan aku. tak lama aku menjadi tenang dan sabar, aku yakin pintu pasti terbuka dan keadaan tetap aman saja. tiba – tiba pintu terbuka dan kulihat mereka ramai ramai mencongkel pintu lift, berpeluh dan berwajah panik. Manager Lobby hotel berulang kali meminta maaf kepadaku dan membawakan tas ku ke ruang tamu. menyuguhkan minuman dan berusaha menenangkan. Aku malah tersenyum dan geli melihat tingkah mereka, kubilang tak mengapa ini accident. saya paham kok. sekarang tolong bantu saya mengurus tiket untuk pulang he..he..nahh ..lho. Aku diantar ke Bandara dengan Toyota Camry dan diservis habis sama petugas hotel. mereka malu dan berulang kali meminta maaf bahkan akan memberikan tambahan kamar gratis jika aku menunda kepulangan ke Indonesia. duh..moment yang tak tepat sir.  Ada  ada saja..

dsc_0215

Sesuatu yang menyedihkan, adalah tanggal 25 April tepat tengah malam aku harus pulang ke Singapura. pulang diluar rencana… memajukan tiket dari tanggal yang sudah direncanakan. Go Show ke bandara dibantu petugas hotel. Oh….

Hanya 2 malam  3 hari saja menikmati malam di Delhi, menghirup panasnya udara kota delhi. memperhatikan lalu lintas yang ramai dan tertib, memandangi wajah guide kami yang masih belum puas mengupas tentang Bali dan  Indonesia dariku. perasaan itu membuatku sedih dan kehilangan semangat. Antara bersyukur dan tidak bersyukur.

Jauh2 hari aku sudah membayangkan akan ber packer ria menyusuri jalanan di Agra, Jaipur dan Delhi, segitiga Emas New Delhi mengenakan saree yang terkesan sexy dan .. menikmati keindahan dan kemegahan kota ini. ternyata.. semua itu diluar dugaan.

aku harus mempersiapkan perjalanan ku berikutnya ke Seoul, Korea.

Dalam perjalanan pulang menuju bandara, aku menangis didalam hati.. aku menyukai kota ini walau aku memuntahkan masakannya yang kumakan, tetapi aku menikmati eksotic dan iramanya. Cantiknya perempuan  berhias pakaian saree dengan kerlingan mata yang indah serta memandangi wajah wajah tampan serupa Sahruk Khan, menikmat alunan musiknya yang mulai kurasakan enak , merdu dan indah.. aku tahu asal lagu itu, dari Gujarat, south india atau Khasmir, semua ada disini.. oh..aku sedang jatuh cinta pada pandangan pertamaku. India yang didalam benakku awalnya penuh keruwetan ternyata mempunyai banyak sekali daya tarik. Aku menikmati perjalananku dengan musik sendunya India, alunan lagunya mengiris hatiku. kenapa aku bisa sesedih ini? kenapa aku berat meninggalkan kota ini?

Selain berpenduduk yang banyak, mereka juga memiliki bermacam macam warna dan bahasa, ada yang wangi, ada pula yang tidak wangi ( versiku mengistilahkannya ), dan bahkan ada yang mengerikan. aku takut rupa mereka yang miskin, gelap, kotor dan berpakaian lusuh. berjalan sempoyongan dan bertampang garang, miris juga melihatnya. kentara sekali perbedaan antara si miskin dan kaya disini. umumnya yang dari South India seperti Mumbay dan Kerla berkulit putih dan mereka berpenghasilan lebih bagus dan kaya kaya. namun penduduk yang berkulit gelap seperti dari Tamil lebih sulit hidupnya dan lebih banyak menjadi pekerja kelas dua. di sini Bus kotanya juga tidak bagus bagus, kotor dan isinya juga penuh hingga banyak yang berdiri. hampir sama dengan metromini di Jakarta yang lebih kecil ukurannya. fasilitas jalan rayanya sangat bagus dan tidak semrawut, lebar dan banyak jalur.saat ini New Delhi sedang membangun Bandara dan stasiun kereta baru. Perkembangan ekonomi disini sangat bagus dan lebih baik dari negeri kita.   dilihat dari fasilitas dan pembangunan yang terus berjalan. pada siang hari tidak banyak orang yang berlalu lalang diluar gedung, selain panas yang terik juga berdebu. sinar matahari panas sekali terasa membakar kulit.

India sangat luas dan makan waktu lama untuk mengunjunginya, hampir disetiap daerah memiliki objek berkelas yang bisa dikunjungi, kita bisa memilih kemana yang kita inginkan sesuai minat, mulai dari daerah yang sejuk dan berpegunungan dilengkapi perkebunan tehnya , atau pantai yang suasananya seperti Bali di Indonesia atau perkampungan muslim dan aneka makanannya yang cukup bisa kita nikmati, semua ada di India. Negara yang kompleks dan penuh sensasi.

Sampai jumpa Delhi, undang aku kembali di Satte 2010. tak kah kau dengar risau dan penasaranku untuk melihat rupa daratanmu. aku ingin melihat Taj mahal dan berdiri tertawa di India Gate. aku ingin berkeliling dan menikmati aroma teh terkenalmu di kerla. ingin melihat tempat kediaman Bunda Theresa di Calcutta…., kediaman Indira Gandhi. semuanya ingin kukunjungi.

Say Good by  now, for see u again.

6 Comments Add yours

  1. M Rumi Iqbal says:

    Wah indahnya wisata di luar negeri, walau aku belum baca semua, sukses ya

  2. sepertinya Delhi tdk seperti Mumbay yg sy lihat di film Slumdog Millionaire ya…🙂

  3. Ecko says:

    Kalo ketemu sama TKW itu lagi, tlg titip pesan kalau di Indonesia banyak orang yg mencari dolar tanpa harus keluar negeri, bahkan tanpa harus keluar kamar. Ya, mencari dolar dengan blog. Hmmm, jauh2 koq cuma jadi TKW ya? Tapi itulah kondisi negeri ini.

    Btw, salam kenal dari sesama blogger Jambi.

  4. jakoz says:

    kita tunggu kabar bahagia saat Jambi dikenal luas manca oleh budaya dan alam-nya.

    kapan?

    kapAN?

    KAPAN?…

  5. haryo says:

    mantap…

    1. ceritanila says:

      Makasiiih..
      nanti saya cerita lagi 6 hari di Goa, India

      support ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s