JOM JAMBI

Joint Matta Fair di Kul, itulah undangan yang dilayangkan oleh Departemen Budaya dan Pariwisata yang kuterima beberapa waktu sebelum kepastian keberangkatan. Yang terbayang adalah event yang akan sangat melelahkan dan tak memberikan waktu buat menikmati perjalanan. Ketika pesawat Air asia yang kutumpangi landing di LCCT, Kuala Lumpur, lega rasanya. aku kebetulan sendirian selama perjalanan ini, rekan rekan lainnya bepergian sendiri sendiri dan berbeda waktu dan pesawat. aku sudah biasa melakukan perjalanan sendiri. santai dan rileks saja, mungkin karena langkahku yang bebas dan tak mau terhalang untuk menunggu atau memilki ketergantungan kepada orang. selama ini aku sering melakukannya dan Alhamdulillah belum ada halangan apapun yang terjadi. didalam pesawat aku menemukan teman ngobrol dan sempat berkenalan dengan seorang gadis Palembang yang sudah 5 tahun bekerja di Kuala Lumpur, Shanti namanya.

Ambil bagasi dan menyandang tas punggung yang berisi laptop dan peralatan kerjaku, aku keluar dari pintu Bandara. udara panas terasa sekali, sudah jam tiga sore disini namun matahari masih panas terik. berbeda sekali dengan ruangan gedung Bandara  yang sangat sejuk.  aku memilih naik bus saja ke KL central. lumayan 8 Rm  ketimbang naik taxi. Tiba di hotel sudah jam 9 malam. gile aku keenakan nangkring bersama Shanti di KL Central, makan kwetiaw yang enak. laper sich.tadi belum sempat makan. yang melayaninya orang jawa. dimana mana kalau bagian penjualan sebagian besar tkw Indonesia. Rajin dan betah sekali mereka disini. mungkin karena nilai tenaganya dibayar lebih tinggi dibanding di negeri sendiri. menangguk ringgit di negeri seberang. Di Kuala lumpur aku menginap di hotel budget yg murah meriah ala back packer an, ambil single room di kawasan chow kit. kawasan yang ramai dan banyak orang indonesianya. yang pertama kali kuperiksa kamar mandinya. Bersih, tidak bau walau kamarnya kecil tidak menjadi masalah. Hotel disini walau termurah sekalipun tetap mengutamakan kebersihan kamar mandi. putih dan tak ada bau apapun.

Dari KL Central aku membeli tiket taxi ke Legend Hotel. lumayan cuma 11 RM, kan pakai Argo. Sopir taxi ku yang pertama ini sangat tidak menyenangkan, orang india hitam keling dan ketus. entah kenapa dia kelihatan tidak nyaman membawa kendaraan. abis bertengkar dengan istrinya kali ya..atau seharian tidak dapat objekan..tahu ah..sebel. Tiba di hotel aku tidak keluar lagi, selonjorkan kaki yang sudah kejang kejang seharian jalan dan menenteng  barang. Kalau di kawasan ini mendingan tidak usah lagi keluar malam kalau sendirian, bahaya karena sering ada copet, katanya sih orang India yang suka melakukannya. menarik tas yg ditangan. oh..ternyata bukan cuma di Indonesia ada copet.

Keesokan harinya jam 7 pagi aku sudah siap memulai aktifitas, makan di sekitar hotel. aku masuk restoran melayu yang menjual aneka makanan seperti makanan Indonesia. terserah mau makan apa, pilih dan ambil sendiri. penginnya sih tak usah sarapan, tapi takut nanti laper di arena, malas keluar cari makanan atau malah lupa makan. Suasana restoran ini juga kurang nyaman, aku tak menyukai pelayanan mereka yang bicara berteriak teriak. perempuan yang menjaga kasir tampaknya seperti juragan resto ini, lumayan rapi dan manis,tampangnya seperti orang lokal, tidak bersahabat dan judes. adduh.. makan ku tak berselera. sementara pelayannya orang kita kecil dan ligatnya bukan main. sambil bekerja mengoceh ini itu. makananku kena 18 RM, mahal..ngga sesuai. besok harus cari tempat lain. pengalamanku hari ini mengatakan harus tunjukkan diri kalau kita bukan turis. berbicaralah ala bahasa lokal.

Acara di Hotel Legend lantai berapa ya…lupa. tapi naik lift he..he, ke ballroom yang luas sekali. disitu ada Table Top Tourism Indonesia, Ajang Travel Agent Indonesia bertemu Travel Agent Malaysia. berlangsung cukup meriah, alot dan cukup menjanjikan. Acara ditutup dengan Dinner bersama Dubes Indonesia pak Dai Bahtiar. ini salah satu upaya pemerintah Indonesia memperkenalkan Pariwisata Indonesia kepada Masyarakat Malaysia dan wisatawan luar yang mendatangi Malaysia.

12 Maret adalah hari setting booth dan Registrasi, aku memilih datang malam saja, karena  hari ini aku dan santi sudah mempunyai acara menjelajahi Bukit Bintang dengan Monorail. Shopping ala Back packer, cari yang supersale di Pavilion he..he. ke sungai wang dan KLCC. Hari yang melelahkan dan penuh pengalaman. Biasanya aku jalan bersama group, yang tidak bebas..kali ini bebas mau masuk keluar gang. memperhatikan semua yang aneh aneh.

Setelah acara jalan dan shopping kami kelar, kami mendatangi arena pameran di PWTC, setting sedikit dan mengecek tempat, registrasi badge. siip.. perfect. Pulang ke hotel, Shanti ikut menemaniku malam ini. kami sharing di ranjang ukuran no 3. akhirnya bed ini dibedah 2, masing masing dapat 1 bagian he..he. Shanti orangnya asyik dan menyenangkan. tak berhenti mengoceh dan bercerita berbagai hal. Seperti biasa, aku hanya balas senyam senyum dan ketawa ngakak. dalam 1 jam dia sudah menceritakan 1 buah buku pengalamannya..he..he Shan, i miss u mak cik.

13 Maret Matta Fair ( Malaysia Tourism Association ) dimulai, arena dibuka jam 9 pagi. Pengalaman pertamaku dimulai dengan bingung dan menyesuaikan diri. hari juga hujan deras, mau naik taxi tanggung karena taxi musti mutar jauuuh sekali. apa daya terpaksa menggunakan koran. Adduh mak, jangan sampai aku sakit.

Tiba disana bajuku basah,terasa dingin menyengat kulit. orang orang/ pengunjung pameran termasuk pelaksana exhibition sudah ramai, aku memandangi mereka, teringat ketika aku di Palembang dulu, antrian ini seperti mau memasuki bioskop atau stadium konser artis. gilaa… orang orang ini berasal dari mana saja? heran, kagum, bingung bercampur aduk.

spanduk pameran terpampang sepanjang perjalan, tidak terlalu banyak, biasa saja. yang membedakan pameran ini dengan pameran di Indonesia adalah kerapian dan pengamannya. sepanjang menuju pintu masuk di awasi oleh berpuluh puluh petugas keamanan yang memeriksa badge masuk. Badgenya tidak mahal, hanya 3 Rm setiap hari, tapi pengunjung yang menginginkannya melakukan antri panjang yang tertib. seru tapi tidak hingar bingar. aku tak perlu lagi antri karena sudah memiliki badge khusus sebagai exhibitor.

Stand pameran Tourism Indonesia berada di hall 2, khusus Internasional. disana sudah kutemui teman teman agent dari berbagai daerah lain di belahan Indonesia yang bertugas sama denganku, yaitu menjual dan mengenalkan Pariwisata daerah masing masing. disebelahku ada travel dari Bukit Tinggi dan Bandung. Gelar lapak dimulai hari ini. dengan mengucapkan Basmalah, aku mulai membuka laptop. tapi..tidak online, hmmmm.. , diseberang kami ada travel lokal, Triways punyanya pak Akil. Minta bantuan pak Akil untuk diberikan fasilitas wifi. setelah dikotak katik ITnya Triways, laptopku mengudara, tapi hanya bisa buka reservasi tiket Internasional saja plus YM.

Alamaaak.. email tidak bisa dibuka. ternyata mereka benar benar penyelenggara yang ulung. tidak mau memecah konsentrasi acara dengan membebaskan peserta mengakses berbagai web. bolah angkat  jempol deh.

Pengunjung yang mendatangi Booth Indonesia cukup banyak dan antusias. Ternyata Matta Fair yang di agendakan 2 kali dalam setahun ini sangat dikenal luas dan mendapat respon penuh oleh masyarakat Malaysia. Acara ini sudah berlangsung bertahun tahun dan selalu penuh sesak. Entah kapan Indonesia akan memiliki acara sehebat ini. Pengunjung datang seakan akan mau membeli makanan di pasar atau seperti konser acara tahun baruan. berbagai kalangan datang kesini. semuanya tidak ada yang gratis, bayar. walaupun cukup murah. Mereka datang untuk membeli tiket perjalanan, hotel, atau paket perjalanan lainnya, beraneka ragam atau hanya untuk meninjau dan mencuci mata. bahkan pengunjung yang serius akan langsung melakukan transaksi layaknya di kantor penjualan. Harga yang didapat juga harga spesial dan promo. Tak heran, kalau masyarakat malaysia selalu mempunyai hari libur dan acara yang seru ke berbagai belahan dunia. Mereka memburu paket liburan menarik dan manganggarkan perjalanan wisata. Karena negara Exhibitordi Matta ini datang dari berbagai negara di Asia, ada Indonesia, Taiwan, Jepang, India, Vietnam, Kamboja, Philiphina, Australia, New Zealand, Korea.de el el. Aku dari Jambi, hari ini tidak ditoleh sama sekali. bolak balik orang hanya mencari Bandung, Jogja, Bali dan Jakarta. Ternyata, masyarakat sini pada umumnya tidak pernah melihat Jambi di Peta, karena setiap aku menjelaskan dan menanyakan tentang Jambi mereka bingung dan balik bertanya. Jambi itu dimana? ooh.. aku harus kerja keras nih..

Kutulis “JOM JAMBI” artinya Ayo ke Jambi di layar belakang Laptopku, agar pengunjung yang lewat bisa membacanya. Meraka banyak bertanya ada apa di jambi?  mulailah.. ilmu marketing dikeluarkan. Kali ini aku harus berbesar hati tidak untuk menjual, tetapi hanya untuk mengenalkan dahulu.

Sebagian kecil pengunjung lebih mengenal Palembang ketimbang Jambi. Kerinci juga yang tahu hanya penduduk lokal yang ada hubungannya dengan Kerinci. karena masyarakat Kerinci cukup banyak di Malaysia. sejak dahulu merantau dan tinggal menetap menjadi warga negara lokal disini.

Setelah makan siang, aku berkeling ke berbagai counter lokal dan berbagai negara, melihat keadaan dan pekerjaan yang mereka lakukan. Oh.. Hari yang melelahkan namun penuh pengalaman. Pameran ditutup jam 10 malam, tiba di hotel aku tertidur pulas hingga pagi.

Hari kedua, 14 Maret 2009  Seperti hari kemarin, aku sudah berada di lokasi pameran pukul 9 waktu setempat, 1 jam lbih awal dari Jambi. Aku tetap bisa berkomunikasi dengan kantor dan kaluarga di rumah. Biaya komunikasi lebih mahal sedikit dibanding menelpon dari tanah air menggunakan 3. Kalo pake Three, irit..cuma 1000 per menit.  walau jauh tetep bisa bersayang sayangan dengan doi dirumah.

Stand Korea sangat heboh, mereka melakukan pameran kuliner, menawarkan kepada pengunjung untuk mencicipi masakan ala Korea. Aku juga ikut dalam antrian itu. he..he tak mau ketinggalan, halal kok. mereka bisa berkata halal juga dengan bahasa inggrisnya yang cadel. kata mereka enak sekali.. aku tak bisa menjawab apa apa.. rasanya aneh dan asing. namanya susah ku baca apalagi dihapal, njelimet tulisannya mendingan tak usah kuingat. tapi yang penting aku sudah pernah cicip, melihat proses memasak mereka. setelah itu di kasih kesempatan untuk mengikuti undian keberuntungan jalan jalan gratis ke Korea. tapi hanya land arr nya saja. keberuntungan belum ditanganku, aku malah dikasih sendok unik mereka. Lumayan…buat oleh oleh orang rumah.

Hall yang paling ramai ada di hal 3, domestik seller. Semunya perusahaan Lokal yang menjual kawasan Malaysia. ramai sekali dan berdesak desakan. aku sempat kesana, melanglang buana mulai dari langkawi hingga semenanjung borneo Serawak, Sabah Malaysia.  Benar benar mengagumkan.

Bersambung…………………next.

7 Comments Add yours

  1. ANAS says:

    Warga serumpun kita dari Malaysia ajak ke Jambi donk Bu NilA ? BiAR Ogut terima sebagai anak murid AF play group berikutnya…spesial anak 2.5 Th ampe 5 Th……

  2. hade says:

    Wah…., sudah panjang masih bersambung pula…

  3. Tengku M.Ikhsan says:

    Ternyata smabil berlibur berbisnis juga ya. Jadi kepengen berlibur nih.

  4. jakoz says:

    hmmm…apa kabar dengan program visit jambi year 2010?

  5. sakinahnurhidayah says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Mbak Nila, apa kabar ? Bagaimana pemasaran produk Umrah kita di Jambi ?

    Semoga sukses yaa. Amin

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Gus Mario
    +62 21 7221051
    +62 21 7221081

    HOTLINE : 0855 77 33000

  6. jakoz says:

    happy ied mubbarok ya mbak leni..

    saat kita, pemuda jambi, yang katanyacinta jambi, yook…buktiin dengan karya dan kerja keras.
    sebab kalo nunggu pemkot mau peduli, lamaa bung. buat kerja kita adalah nyata, tul ga? masalah hasil akhir itu adalah proses. contohnya mbak leni, saya salut nih sama beliau. ayo trus maju untuk pariwisata jambi.

  7. Rene says:

    Writing posts is time consuming.I know how you can get unlimited content for your page, search in google:

    Anightund’s rewriter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s