Ditepi bukit, antara Singkarak dan lembah Merapi

Tanggal 27 November lalu aku melarikan diri dari kesibukan sehari hari dan kepenatan jiwa, aku pengin pulang bertemu orang tuaku, adik dan saudara disana, ingin menemui suasana lain yang dapat menimbulkan perubahan di jiwaku yang mulai kusut masai. Aku mudah bosan dengan keadaan yang monoton ini, membuat fikiran mandek, perasaan kurang kreatif, dan berbagai hal yang tidak kusukai.

Untungnya, pas lagi bete begitu, aku dapat undangan ikut acaranya Departemen Pariwisata Pusat Jakarta yang sedang mengadakan pelatihan pengenalan Promosi di Internet melalui Blog di Kota Bukit tinggi selama 2 hari, inikan juga keinginanku untuk bisa sekalian belajar dan tentunya juga bisa

Kebayang kan perasaanku saat itu, duh pengin cepet sampai, kucuekkan ketakutanku selama perjalanan dengan bus yang akan sangat melelahkan plus membosankan dari Jambi ke Padang kurang lebih 12 Jam ( semalaman penuh).

demi penyegaran fikiran kutepis keraguan, akhirnya naik Bus Famili Raya jam 7 malam. Untung sudah makan, aku dah berencana akan molor selama perjalanan agar tak terasa esok pagi dah tiba di Padang. Kupilih ke Padang karena aku bisanya berangkat malam, bus lain tidak ada yang

berangkat malam langsung ke Bukit tinggi. Jauh yaa..muter muter.. tapi biarlah, aku juga pengin melihat kota Padang lagi.

Aku juga pengin jalan sendiri aja, walau ada adikku di Padang, tidak kuinformasikan kedatanganku, pas di Kampung aja, kan enak jalan sendirian, santai dan cuek..

Ternyataaa….selama diperjalanan awal di Bus yang aku tumpangi aku menderita sekali, karena jaket yang kukenakan tak cukup untuk membantu meringankan dingin dan menghangatkan tubuhku dari AC bus yang

super dingiiin…brrr…nyesel aku ngga pake jaket yang lebih tebal.. huh..dingin yang menyakitkan kaku dan perih, ….aku ngedumel dalam hati, ditambah mata yang tak mau terpejam saking kedinginannya. Aduh maak… ngga kuat. Sudah kucoba menambah dengan selimut dari bus, tapi masih belum bisa mengurangi. Wah…sindrom ini membuat perutku mual dan mata berkunang kunang..sedih sendiri didalam hati. Kucoba terus untuk dapat tidur barang sebentar saja agar suasana tubuh agak normal, lama sekali baru aku bisa meringkuk berlipat kaki. Capeeekk..inilah yang paling kubenci di perjalanan dengan bus, pusing, mual dan dingin yang tak karuan

. Tak ada tempat yang bisa memberiku kehangatan. duuhh..sayang. kebayang enaknya tidur bebas di kasur.. wueks.

Syukur Alhamdulillah, jam 6 pagi bus sudah masuk kota Padang, aku di drop ke mobil Travel menuju Bukit tinggi. Disana aku sudah tak lagi bisa menahan mual di perut, harus kumuntahkan agar terasa lega…rasa pusing sangat mengganggu..adduh emaaak. Ini yang tidak enaknya jalan sendiri. Nyesel, kesel…beradu di hati.

Perjalan ke Bukit tinggi juga tidak kalah menyebalkan, karena mobil yang kutumpangi masih menunggu dan mencari cari calon p

enumpang. Hari sudah menunjukkan jam 8 pagi, aku belum sarapan, malas mau makan dengan keadaan yang semrawut begini. Kubawa saja tidur lagi mengurangi kebosanan melihat keadaan perjalananku ini. Tak kubuka sedikitpun mata untuk melihat keindahan pemandangan selama perjalanan dari Kota Padang hingga Padang Panjang..padahal pemandangan ini yang kuimpikan. Kesel dan malas serta marah masih bertahan dihatiku. Pengin cepat sampai di hotel, kalo bisa cari kamar atau sekedar untuk membersihkan diri.

Jam 9 pagi aku akhirnya tiba di hotel Denai Bukit tinggi. Hati mulai lega. Penderitaan ku hampir berakhir….

Disana aku menemukan beberapa teman yang kukenal, membersihkan diri sebentar, proses registrasi dan akhirnya aku bisa lebih rileks dan mulai mengikuti pelajaran. Ternyata tak ada waktu buat beristirahat , gilee…

Aku cukup terhibur dan senang sekali bisa berkumpul lagi dengan teman temanku yang sebagian besar sudah kukenal….bakal tertawa lepas lagi bersama mereka.

Ayah dan Ibu mendengarku sudah tiba di Bukit Tinggi, tid

ak memperbolehkan aku menginap disana, mereka ingin aku berkumpul di kampung saja. Hmmmm…1 jam setengah dari sini. Wah..keputusan yang berat melihat kondisiku..akhirnya setelah menimbang karena sayang kepada orang tua aku mengalah dan untungnya ada temanku yang bersedia mengantar ke kota Padang Panjang, disana aku sudah ditunggu adikku.

Willy, Bang Daerman, dan Mike .. mengantarku ke sana. Ka

mi makan Sate Saiyo yang terkenal itu. Hmmm..yummy, ini makanan pertama yang kukejar di Padang Panjang. Disana udaranya dingin disertai gerimis…brrr..dingin lagi. Tapi lumayan..ada suasana hangat dan kegembiraan yang menghibur. Willy ternyata suka sekali dengan sate ini.. katanya di Medan ini tak ada he…he..

Tiba di Kampung, aku disambut ayah , emak dan adik adikku..mereka gembira sekali menyambut keadatanganku, Katanya aku makin kurus, tapi mereka menyukainya ketimbang aku setahun lalu yang genduuut. Makasiiih, duh senangnya.

Untung sekarang musim Panas, hujan jarang datang, ini yang aku harapkan, sebab kalo sudah hujan..udara akan dingin sekali. Aku tak kuat…ampuuun.

Walau air untuk mandi susah tak jadi masalah buatku, karena jarak rumah dan sumur tempat mandi sekitar 1,5 kilo meter. Biarin sekalian olah raga, kan aku bisa jalan jalan cari udara segar.

Satu hal yang paling menggembirakan dikampungku saat ini sedang musim buah durian. Durian dimana mana…hampir disetiap rumah memiliki kebun durian yang sedang berbuah. Sepanjang jalan selalu berpapasan dengan penduduk yang membawa durian hasil panennya dengan kendaraan atau di junjung di kepala. Tampak sekali raut berseri seri di wajah mereka. Karena saat inilah mereka bisa memetik hasil panen durian dan memperbaiki ekonomi. Durian di kampungku terkena

l enak dan legit.

Tak bosannya aku memandangi pohon durian lebih dekat, sering kudengar teriakan ibuku untuk memintaku menjauh dari pohon durian agar aku tak tertimpa buah durian yang jatuh..

Ayah dan emak sekarang punya aktifitas baru mengumpulkan durian yang berjatuhan setiap saat sehari semalam, sekali jatuh bisa 3-6 buah per jam, kalau dikumpulkan bisa lebih dari seratus buah sehari semalam dan buah itu akan dibeli oleh pembeli yang datang dari luar daerah langsung kerumah rumah, atau oleh saudara yang menjual ke Pekan atau pasar kota. Aku menyukai durian, terutama yang setengah masak, tapi aku tak bisa makan banyak banyak, perutku tak kuat..aku bisa muntah muntah dan melilit kesakitan…takuut, liburanku bakal kacau.

Setelah selasai training di Bukit Tinggi selama 2 hari aku tidak memutuskan pulang ke Jambi dulu, aku masih ingin tinggal di Kampung..saat ini ada musim buah lainnya yaitu manggis. Aku baru tahu kalo manggis itu diekspor keluar negeri untuk diolah sebagai campuran minuman keras. Pantesan ayahku berteriak ketakutan melihatku makan manggis dan durian dalam waktu bersamaan…bisa bisa koit aku katanya..untung baru kucicip rasa manggis yang manis.

Aku masih diantara kebun dan rumah, belum kemana mana..belum mencari teman temanku dan saudara lainnya, hanya mereka yang mengunjungiku…asyiiik semua senang aku datang..duhhh happynya.

Pagi hari jam enam aku sudah mengitari kebun, berlari lari kecil, menikmati kesegaran buah dan bunga, terkadang aku bergayut di pohon sawo tempatku ketika masih kecil bermain. Lama aku melamun disitu, aku senang sekali..mengenang kembali masa kecilku disini… berm

ain di pohon sawo dan memanjat hingga keatas. Bergelantungan dan berayun ayun…kucoba lagi sekarang..uuppps..tubuhku berat sekali. Tak bisa lama bertahan di dahan pohon. Aku selalu coba dan ulangi, adikku berteriak kegirangan ketika peganganku terlepas.

Aku memotret semua moment yang kutemukan, karena jarang sekali menemukan suasana seperti ini. Sore harinya aku mengajak adikku jalan jalan ke puncak dataran tertinggi di kampung ini. Awalnya masih malas..tapi akhirnya kami jalan juga dengan tanpa bekal. Puncak ini dinamakan Putaran angin oleh warga sekitar, karena disini angin datang dari berbagai sudut, pandangan ke selatan akan tampak danau Singkarak kes

eluruhan dengan jelas, sekilas lalu mirip danau toba dan di sebelah utara muncul gunung merapi yang bersebelahan dengan gunung singgalang, berdiri dengan anggun dan cantik. Apalagi bila udara langit yang bersih tanpa diselimuti awan, akan tampak kawah merapi yang merah dan berasap. Disebelah barat dari puncak ini tampak pemandangan bukit barisan, hijau menyejukkan mata. Hatiku sejuk dan terbuai buai dengan suasana ala mini, betah dan senang sekali disana. Aku berteriak melepaskan tawa. Aku berbaring memandang langit yang terasa dekat dan menoleh kebawah memandang danau singkarak yang begitu biru. Pancaran airnya membuat pemandangan tersendiri. Betapa indah dan kayanya alam pemberian Tuhan ini. Dan keindahan itu ada di kampung kelahiranku, tempat aku kecil hingga masuk sekolah dasar, hingga aku kembali lagi kesini ketika sekolah di Mts 1 Padang Panjang, disini cinta pertamaku kepada Ilih bersemi dan semua kenangan itu masih terlintas jelas diingatan, kampung yang damai, sederhana, dan penuh kenangan. Kami duduk disana selama berjam jam, angin menerpa kian kemari, terasa dingin. Tak terasa perut menjadi keroncongan, karena harusnya aku membawa makanan yang bisa kami nikmati selama disini. Besok… aku akan kesini lagi. Tempat yang menyenangkan untuk menyendiri atau memadu kasih, suasana romantis sangat terasa disini. Aku ingin mempunyai rumah disini dan aku ingin menikmati suasana ini setiap hari. Sejak pagi kala matahari terbit hingga senja dia terbenam. Aku ingin tetap disini. Kelak jika aku bisa membangun sebuah rumah mungil disini, aku ingin mewujudkan mimpi itu.

Sekarang aku harus kembali kerumah ku, anak anak dan suamiku menunggu di Jambi.

Aku tetap ingat, aku adalah seorang ibu yang dinantikan oleh keluarga kecilku.

aku sangat bersyukur aku bisa datang dan melihat pemandangan yang berharga ini.

Selamat tinggal kampungku tercinta, suatu saat aku akan kembali lagi kesini dengan suasana hati yang lain.

2 Comments Add yours

  1. Johnie.k says:

    Tulisan nya bagus banget mbak nila ,dari cerita india sampai cerita cinta dll ada bakat jadi penulis nich…semoga saja ya, salam buat keluarga dan sesama warga Jambi, bye

  2. nila says:

    pak Johnie, Amiin. Makasih banyak atas komentarnya.
    saya senang bapak menyukai tipe tulisan saya. padahal saya bukan apa2 dibanding penulis lainnya. Semoga yah saya bisa makin baik menulis lagi. saya akan belajar lagi..
    makasih supportnya pak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s