LIBUR LEBARAN

Liburan Lebaran ini, semua menyambut dengan suka cita, penuh harapan dan keceriaan. banyak sekali kegiatan dadakan yang muncul. berbagai hal yang bikin seru. seperti keluarga kami… . Aku yang biasanya mengandalkan makanan kiriman dari orang tua, kali ini mencoba menghias rumah, mengganti gordyn, bunga bunga, kain kursi sendiri tanpa dibantu pembantu. Asyik juga ternyata, lebih terasa lebarannya he…he  . Aku akan senang sekali kalau teman dan keluarga datang nanti, mereka akan kaget melihat kreasiku….biasalah, mereka kan tahunya aku pemalas dan cuek dengan keadaan. kubeli buah buahan dan mengkreasikan aneka agar agar, kue kue kupesan dari langganan saja yang sudah ketahuan enak rasanya. (soalnya kalo aku yang bikin nantinya tidak ada yang mau mencicipi…he…he ) Suami dan anak anak ikutan semangat melihat caraku menyambut lebaran kali ini. Entahlah, semangatku itu datangnya dari mana, aku tak tahu, yang jelas aku ingin lebaran ku kali ini memiliki warna yang lain dari biasanya, mungkin karena kematangan usia atau mungkin juga karena aku telah memperbaiki ibadah puasaku bulan ini, berbeda sekali dengan puasa tahun lalu yang banyak bolongnya (banyak yang membuat tidak penuh). Bulan ini waktuku juga tidak terlalu sempit karena bisnis tidak seperti tahun biasanyai, pemesanan tiket pesawat untuk mudik lebaran tidak terlalu mengalami lonjakan, pemudik lebih suka menggunakan transportasi darat, karena sarana jalan dari Jambi ke Jakarta makin mulus, syukurlah pemerintah sudah mulai memperhatikan kepentingan utama. aku lebih banyak mengurusi permintaan tur ke singapura, Malaysia dan Thailand untuk jumlah perorangan.

Tanggal 1 Oktober 2008, Hari pertama lebaran, sejak pagi kota di guyur hujan, udara dingin terasa melekat. Suasana lebaran yang meriah belum terlalu terasa, Suara takbir dari mesjid disekitar rumah tidak dibarengi dengan teriakan dan keceriaan anak anak yang bermain menjelang sholat Idul Fitri, mungkin terhalang oleh hujan dan udara yang dingin. Masih belum banyak yang keluar rumah untuk memulai aktifitas lebaran, biasanya seperti lebaran tahun tahun lalu banyak orang yang berlalu lalang berpakaian baru bergaya muslim dengan rantangan ditangan sebagai antaran lebaran. Namun kali ini, masih banyak yang menahan diri dengan menunggu hujan reda. Hujan…..hujan…kok datangnya pagi pagi…dihari lebaran pula…., ( Maafkan HambaMu Ya Tuhan, hamba tidak bermaksud menyalahkan karuniamu)

Terpaksa dengan kaki yang basah sambil menjinjing kain kami memasuki mesjid untuk menunaikan sholat Idul Fitri bersama ratusan muslim lainnya, membaur bersama mengikuti shalat berjamaah.. sambil memperhatikan kiri dan kanan berbagai muslimin dan Muslimat yang bergembira dan tertawa ceria mengikuti persiapan acara sholat, banyak anak-anak kecil yang berlari lari melintasi sejadah yang digelar,  bercanda ria tanpa memperdulikan keramaian, sibuk dengan dunia mereka. termasuk pula anak anakku yang mulai tidak betah duduk ditempatnya menantikan acara sholat dimulai, dan ingin ikutan bergerak kesana kemari, dasar anak anak.

Selesai mengikuti sholat,  kami saling bermaafan sesama anggota keluarga, walau sehari hari juga sering minta maaf atas kesalahan, tapi permintaan maaf kali ini lebih mewakili kesalahan kesalahan lainnya yang tak terbaca di permukaan, yang telah menggores dan menodai keimanan. Aku mulai meminta maaf kepada suami dan berharap dengan ketulusan hati di kikis habis seluruh salah dan khilaf yang pernah kubuat selama ini, maklum terkadang dalam sehari hari ada saja hal seple yang membuat kami bertengkar, anak anak juga mengikuti untuk menyalami papanya. setelah itu kami mulai menikmati makanan hari Raya dengan diselingi berbagai rengekan dan permintaan anak anak untuk diajak kebeberapa tempat. Hari ini kemerdekaan mereka untuk memiliki kami orang tua seutuhnya.

Keluarga pertama yang kami kunjungi adalah keluarga mertuaku, karena orang tuaku berada dilain kota, jadi keluargaku saat ini hanya dilingkungan mertua. Tiba didepan pintu disambut mama dan adik, semua telah berpakaian rapi dan menarik, ternyata mereka baru pulang dari sholat Idl. tercium aroma makanan yang sedap menyibak perhatian, ingin langsung mencicipi makanan hidangan mama. Rantang bawaanku sudah kuserahkan, kaget juga mereka aku bawakan makanan buatanku, biasanya aku mengirimi kue2 saja.  banyak sekali makanan yang bisa dinikmati dimeja makan, sampai bingung harus memulai dari yang mana. kupilih kue masuba, salah satu kue khasnya Jambi dan Palembang yang legit, manis sekali. tidak semua orang menyukainya, tetapi tak sedikit pula peminatnya, karena kue ini pasti ada disetiap hari lebaran. Kakak dan saudara ipar lainnya memujiku dengan pakaian yang kukenakan, he…he…langsing karena puasa atau langsing karena disengaja he…he..

***     ******     ******     ******     ******     ******     ***

Setelah bersalaman dan bermaaf maafan dengan anggota keluarga yang ada, terasa ada yang mengganggu perasaanku, hubunganku dengan kakak ipar dan istrinya yang tidak bagus selama ini membuatku kikuk dan tidak menyalami mereka. Kata Mama, lebaran ini kamu harus minta maaf, karena kamu yang muda, harus mengalah….. demi kebaikan  bersama.

wadduh…minta maaf? sama orang yang sudah jelas jelas banyak salah dan suka nyakitin aku.???

ini sungguh tidak adil, aku tidak mau. aku tidak perduli mau baikan apa tidak..bagiku tidak menguntungkan berbaikan sama dia yang selalu menyakiti hatiku bertahun tahun… Mama menasehatiku pelan pelan, mencoba meraih hatiku dan melumerkan kekesalanku. Mama bilang, kamu akan beruntung di Akhir kelak, jika kamu mau mengalah dan mengulurkan tangan untuk meminta maaf dan terlebih dahulu memaafkan. Kamu tidak perlu malu atau merasa rendah.. , aku menolak dengan cemberut dan gelengan kepala. kenapa harus aku lagi yang minta maaf…nanti dia ulangi lagi. aku tidak mau, tidak baikan juga tidak apa apa, ma. Aku berkeras. didalam hatiku timbul rasa menyesal datang sepagi ini, coba kalau aku datang agak siangan, pasti tidak akan bertemu mereka, dan tidak akan ada acara minta maaf segala. addduhhh maaa, jangan pojokkan aku disituasi ini. (lama aku tercenung mencerna keadaan ini)

Mama mencoba menyelami perasaanku dan meminta aku untuk membuka lembaran baru, dia ingin kami anak anak dan menantunya hidup akur dan damai. Hmmm…diam diam, hatiku mulai melunak, mulai terasa arti dan makna kata katanya. Memang benar kata mama, biar aku mengalah dulu untuk meminta maaf, kualihkan dulu rasa gengsi , sebal, muak dan lainnya terhadap kakak iparku ini. Aku coba memikirkan yang positif dan penuh kearifan, beajar bersabar dan mengalah..ada kalanya aku menang, dan ada kalanya aku kalah. ketika kakiku akan bergerak untuk melangkah menuju ketempat mereka duduk,  sungguh berat dan enggan sekali  rasanya…hati kecilku yang lain masih menolak untuk mengikutinya. kulihat mama dengan penuh harap memintaku untuk berjalan dan mengulurkan tangan.. aku turuti karena aku sayang ke mama dan karena aku ingin menunjukkan bahwa aku anak yang baik dan tidak membangkang. aku tidak mau merusak suasana dihari lebaran yang meriah dan ramai ini, hanya gara gara aku menolak meminta maaf, seperti sikap kanak kanak. 

Akhirnya dengan perjuangan batin dan dorongan untuk ingin segera mengakhiri suasana yang tak menyenangkan ini, aku berhasil mengulurkan tangan untuk mengucapkan maaf dan berlebaran, walau tanpa berpelukan agar lebih seru dan afdol. bagiku itu sudah cukup, tidak usah pake pelukan segala, yang penting aku sudah minta maaf dan aku sudah mengalah, yang penting aku bisa melihat senyum bahagia dimata mama. Semua keluarga yang hadir yang kukira tak tahu tiba tiba tertawa meriah dan berucap senang, mereka gembira, karena hari ini keluarga kami sudah utuh dan tidak ada lagi gerilya dan perpecahan. semua akan berkumpul lengkap seperti sedia kala. betapa berharganya perdamaian di hari lebaran. Aku menang..aku berhasil menghalau kemarahan dan kebencian yang tak berujung selama ini. hanya dengan kalimat “maafkan aku ya, selamat lebaran”. Alhamdulillah.. semalam aku sudah membayar zakat dan Fitrah, dan hari ini aku sudah melepaskan sikap permusuhan yang mengganggu.

Lebaran yang Menyenangkan……..

Kenapa hanya bisa berkumpul seperti ini dihari lebaran saja?  Semua datang dari jauh untuk bertemu dan saling memberi hadiah menarik, ramai ramai berkumpul mengunjungi sanak keluarga lainnya. di hari lebaran ini, kami melihat perkembangan kehidupan masing masing dari anak anak mama. dari pakaian dan penampilan mereka akan terpancar kehidupan perekonomiannya. Ada yang berlebih dan ada yang biasa saja, tetapi tetap bersemangat. Kami hampir lupa hanya lebaran yang bisa mempertemukan kami, karena hari lainnya semua sibuk dengan kehidupan masing masing,… Lucunya Anak anak sudah sejak kemarin meminta lebaran dipercepat, karena mereka sudah tidak sabaran menerima THR dari om dan tantenya…masing masing mendapatkan jatah lebaran.. berebutan, membuat kami para orang tua harus menyiapkan uang kertas baru.

Dihari kedua, aku sedikit memaksakan kehendak mengajak keluargaku menonton film Laskar Pelangi di 21. salah satu film yang sudah kutunggu tunggu sejak diinformasikannya ditayang akhir puasa. Kami pilih jam tayang terakhir agar tidak mengganggu acara berkumpul. Cerita film dimulai, aku berdebar dan bersiap siap untuk menyimak. Sekolah SD Muhammadyah…hmmm..ini ya Belitung itu. Belitung yang sekarang sedang semangatnya mempromosikan pariwisatanya. Aku belum pernah kesana. Suatu saat aku harus kesana, tunggu saja. Kunikmati cerita di film ini, menarik sekali…karena ini di film kan, maka lebih seru nonton setelah membaca bukunya … berkali kali aku menangis dan berurai air mata…Gila  sekali aku. Apalagi oleh sikap Lantang, aku berkali kali mengusap air mata. mana sapu tangan lupa bawa lagi, terpaksa ujung baju jadi korban. Kisah yang sederhana dan penuh makna. Bapak Kepala Sekolah itu, cermin sikap manusia langka. Film ini menyentuh hatiku, membuat aku sangat terharu. sebuah kepolosan dan realita hidup tetapi membanggakan.

Aku menyukai film ini, ini termasuk film favoritku setelah indiana Jones, Ghost, Pretty woman dan ….beberapa film lainnya. Menontonsalah satu caraku untuk mengendorkan urat syaraf yang  kaku dan tentunya menghibur hati.

 

 

 

Jadikanlah hidupku berarti, Tak perlu namaku diukir diatas kertas bertinta emas dan tak perlu tertancap untuk dikenang sepanjang masa, namun cukup bermakna dan bermanfaat bagi siapapun yang mengenalku. Karena aku ingin memberi tanpa menerima kembali.

5 Comments Add yours

  1. Jay says:

    Mengerjakan sesuatu dg ikhlas pasti terasa nikmat dan ringan… apalagi utk membahagiakan suami dan anak2….
    Plus untuk menyambut hari raya idul Fitri..

    Maaf lahir batin ya (Eh udah terlambat…. ndak masalah deh)

  2. novnov says:

    telat banget ya kalo mo bilang met lebaran?..ah gak ada kata terlambat buat hal2 yg baik kan?..hehe

  3. tukyman says:

    pokoknya sip …🙂
    salam kenal ae

  4. han says:

    sama…
    saya juga mau ngucapin
    met lebaran
    maaf lahir batin

  5. nila says:

    Hai Mas Han

    Maaf telat baca
    maklum, ..

    Sekarang jarang ol karena ada tugas lain.

    Good Luck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s