BUKAN HANYA SEKEDAR NEGERI GAJAH PUTIH

CIMG7237KRABI ISLAND, THAILAND 

Travelling kebeberapa tempat menarik masih menjadi hobbyku. Apalagi mengunjungi kota kota cosmopolitan dan modern. Menimbulkan hiburan baru dan membakar rasa ingin tahu akan daya tariknya, mungkin karena polesan, kecanggihan dan daya tariknya yang menawan membuat mata tiada lelah menjelajah. Selalu ada yang unik dan jarang ditemui ditempat lain. Itu akan menjadi perhatian khusus dan menjadi bahan cerita baru untukku.

Hampir setiap bulan kuluangkan waktu untuk berjalan jalan, yang paling menarik saat ini masih bepergian keluar negeri. Alasan keluar karena sekalian mengikuti undangan dan pameran, atau membawa group tour, jadi bukan khusus mengeluarkan biaya untuk kesana. Gile aja kalo aku harus keluarkan kocek sendiri. Ngga kuat deh…

Perjalananku ke Thailand mengikuti undangan TTM+ yang diadakan TAT ( Tourism Authority of Thailand ).

1 Juni lalu sekitar pukul 11.25 wib pesawat Lion air yang kutumpangi take off dari bandara St Thaha Jambi menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Setelah landing dengan mulus, aku berjalan santai menuju pengambilan bagasi, sengaja tidak buru buru karena penerbangan lanjutanku masih lama. selesai mengambil bagasi aku berpindah ke terminal 2 dengan menggunakan Shuttle bus. Tiket pesawatku menuju Bangkok yang kupilih dengan menggunakan pesawat air asia ternyata mengalami perubahan jadwal menjadi  pukul 17.30 wib, diinfo agak terlambat dari biasanya karena alasan teknis.

Lama juga terasa waktu menunggu, semua penumpang sudah berkumpul diruang tunggu dengan raut wajah masing masing. Aku memilih duduk di pojok ruangan sambil menunggu handphone yang di cas. Tak lama kemudian panggilan untuk boarding bergema dan penumpang mulai antrian memenuhi pintu menuju pesawat. Pesawat yang digunakan jenis baru, A320. semuanya masih cingklong dan bersih. aku menyukai semarak warna kabinnya yang penuh warna warni bernuansa edisi liburan, menimbulkan semangat dan kegembiraan.

Sekitar pukul 9 malam pesawat yang kutumpangi sudah landing di bandara Suvarnabhumi, Bangkok. aku dijemput oleh khun A salah satu pegawai TAT di ruang pengambilan bagasi dan diantar menaiki sedan hitam penjemputan  dari hotel Siam City diparkiran bandara. Perasaan nyaman dan lega kurasakan setelah duduk di atas mobil ini , agaknya pelayanan TAT yang cepat membuat rasa  letihku berangsur hilang. Sekitar 40 menit perjalanan tiba di hotel, resepsionis membantuku mempermudah check in hingga aku masuk kekamar nomor 1856 dengan leluasa. Aku diberikan akomodasi hotel yang bagus dan berkelas. hotel yang bagus dan berfasilitas lengkap.

Setibanya dikamar aku tidak langsung beristirahat, kusambungkan laptop yang kubawa kekabel internet untuk mengabarkan keberadaanku kepada keluarga di rumah. Ternyata hotel juga memberikan paket free wifi yang semakin mudah mendekatkanku ke tanah air. Sebenarnya sejak awal keberangkatanku ke sini, sangat dikhawatirkan oleh keluarga. Karena mereka mendengar berita kerusuhan di Thailand. Namun aku meyakinkan mereka bahwa sekarang Thailand sudah aman, dan apa yang kusampaikan ternyata benar, kondisi kota Bangkok sangat aman dan kondusif. Tidak ada tanda tanda kericuhan, demo atau keributan dimanapun. Semua berjalan seolah tak terjadi apa apa. Bangkok, tetaplah kota metropolitan yang menawan dan menyenangkan bagi siapapun yang mengunjunginya.

Keesokan harinya aku mengikuti jadwal pre tour yang sebelumnya telah kupilih yaitu ke Rose Garden, kukira ini kebun bunga mawar. Ternyata ini adalah komplek hotel dan resort yang asri lengkap dengan kekayaan alam dipinggir sungai dan memiliki berbagai atraksi serta kegiatan yang bisa dinikmati oleh turis. Diantaranya panggung pertunjukan tari tarian, masakan daerah, show gajah dan masih banyak lagi. Dari mereka aku mendapat info bahwa perusahaan besar di Indonesia sering  membuat family gathering disana.

Sore hari sekitar  pukul 5 aku bersama rombongan yang tergabung di pre tour ini keluar dari mengunjungi crocodile farm sebuah penangkaran buaya yang unik, aku belum pernah melihat atraksi semacam ini, sangat menarik dan menegangkan. Kami semua sangat antusias menyaksikan aksi pawang buaya buaya yang berani itu. Ibu Inge dari Tim Holiday Bandung, beberapa teman media dan travel dari singapura saling berbisik dan tak henti mengambil foto. Perjalanan menjadi unik karena bus yang kami tumpangi untuk pulang ke hotel mengalami macet hampir 2 jam penuh diatas jembatan sungai chaopraya menuju kota Bangkok. Bangkok sangat padat di sore hari dan macetnya tidak tanggung tanggung bisa berjam jam tanpa bergerak, padahal sudah ada alternative jalan layang, sky train dan lainnya. Namun tetap saja macet dimana mana. Kami terpaksa turun di daerah yang mendekati ke Mall MBK, pengin jalan dan cari makanan di food courtnya MBK. Cukup lama juga berjalan kaki menuju kesana.

Mall ini besar sekali dan butuh waktu setengah hari untuk mengelilinginya, semua barang ada disini dan kebetulan sedang ada diskon hingga 70%. Aku sangat antusias dan tertarik memperhatikan sekitarnya. Banyak sekali yang menarik hati dan menggoda kantong.

Kami memilih kelantai atas, (aku lupa lantai berapa lokasi food courtnya) untuk menuju  lokasi food court yang luas. Pola belanja makanan disini menggunakan kupon. Minimal kupon yang kita beli senilai 100 bath  sekitar rp. 30.000,- . aku sedikit lelah dan pusing, ingin mencari makanan yang hangat, sop atau kuah2 pedas. Wuiih..ternyata makanannya enak enak sekali. Banyak sekali pilihan, apalagi aku yang muslim sangat selektif dalam memilih menu. Rombongan kami berpencar mencari menu masing masing dan kembali ke meja yang sudah ditentukan. Aku beruntung bergabung dengan teman teman yang perhatian dan baik hati, terutama Eugene dari Media Singapore sights, dia baik sekali dan memberikan informasi banyak tentang kawasan ini.

Pulangnya kami memilih menggunakan sky train, pengin juga mencoba dan ada alternative yang cepat menuju hotel yang kebetulan dekat dengan station N2. Hari ini perjalananku berkesan dan menyenangkan. Aku ingin tertidur lelap dan menikmati malam keduaku di kota Bangkok.

Tanggal 3 Juni 2009 morning call jam 7 pagi membangunkanku dan bersiap ke fitness center untuk membuang keringat karena aku merasakan udara sangat dingin dan tidak nyaman walau ac kamar telah dimatikan. Selesai mengayuh sepeda aku sarapan bersama debby dan Eugene. Selera makan agak berkurang walau makanan tergolong lezat. Jam 12’30 kami dan seluruh undangan yang menginap di siam city hotel berangkat menggunakan bus menuju hotel Centara Grand, tempat registrasi buyer, seller meet buyer diadakan. Disinilah aku mengalami muntah muntah dan sakit perut yang berlebihan. Dengan terpaksa aku diantar oleh Mitra lokal ke klinik hotel dan diberikan obat, namun ternyata tidak juga mengurangi rasa sakit, malah membuatku diare dan kondisi makin lemah. akhirnya Samran Nanon (Mitra Agentku di Bangkok) mengantar ke Rs Bumrungrad Internasional menggunakan taxi. Semua dia yang mengurus hingga aku bisa masuk di kamar rs yang mirip hotel ini. Segala prosedur sebagai warga negara asing kujalani untuk bisa menginap disini. Disinilah aku ditangani serius oleh perawat dan dokter general medicine. Awalnya aku ragu dengan pembayaran menginap di rumah sakit ini, karena aku menyesal lupa membeli asuransi perjalanan, ini semua diluar dugaan. Untungnya panitia TAT yang mengundang cukup mengerti dan sangat bersyukur semua biaya perawatan ditanggung oleh TAT Singapura.. Terima kasih Puu dan Boss.

Rasa sedih karena harus menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di negeri orang dan dalam keadaan sendiri berangsur hilang, aku malah menemukan pengalaman baru di dalam kamar perawatan, sekamar dengan seorang wanita Thai yang juga sakit, dan menemukan banyak pengalaman yang kudapat terutama tentang proses pelayanan dan fasilitas rumah sakit khusus warga Negara asing  disini.

Rumah sakit ini berkelas, modern dan dilengkapi dengan fasilitas layaknya sebuah hotel berbintang, ada starbuck caffe, toko toko, dan banyak fasilitas lainnya yang menarik dan sangat berbeda dibanding rumah sakit lainnya. Jika bukan karena tugas yang sudah menantiku pada tanggal 5 Juni, mungkin aku masih harus menginap disini, untung dokter yang merawatku baik sekali, sebelum aku diperbolehkan pulang sang dokter menjelaskan panjang lebar mengenai keadaanku dan memberi nasehat serta arahan demi perbaikan keadaan. Sangat menyenangkan bisa mengenal mereka para dokter dan perawat yang ramah, baik serta cantik cantik, walau harus dirawat di sebuah rumah sakit. Ini sebuah pengalaman berharga sekali.

Tanggal 5 Juni pagi keadaanku sudah mulai membaik dan mulai segar, aku tidak lupa  makan obat yang diberikan dokter, semua menjadi baik baik saja. Apalagi seller yang harusnya kukunjungi pada tanggal 4 Juni telah di beri tahu Puu bahwa aku akan meralat waktu kunjungan menjadi tanggal 5 Juni. Dalam 1 (satu) hari penuh ini aku bertekad menyelasaikan semua appoinmentku dengan baik, karena bagiku ini adalah tanggung jawab dan tanda ke profesionalan seseorang .syukur alhamdulillah jam 4 sore aku telah mengembalikan berkas appointment kepada panitia dengan lengkap.

Selesai mengembalikan berkas, aku berpindah gedung menyaksikan TTF yang meriah. Ini sudah bergema sejak awal, keramaian di TTF menggoda delegasi, karena disana banyak sekali aneka makanan khas, kerajinan thai, pertunjukan kolosal, dan pasar tradisional yang sangat menarik. Aku hampir ketinggalan bus untuk kembali ke hotel karena asik mengelilingi arena ini. Berbagai atraksi, kekhasan di seluruh Thailand ada disini. Dan harganya pun tergolong murah sekali.

Malam harinya aku pergi nonton pertunjukan Siam Niramit. Ini salah satu pertunjukan yang harus kutonton, karena selain bagus juga memberikan gambaran tentang negeri Thailand. Dari hotel aku naik taxi, karena teman2 lain sudah pernah kesana dan memiliki acara masing masing.  Aku sangat tertegun dengan kehebatan para pemain menampilkan atraksi mereka yang bergelantungan melayang layang di atas panggung, sangat fantastis dan menarik hati. Rasanya menonton sekali saja terasa tidak akan cukup.

Tibalah waktunya untuk bergembira kembali, TAT mengundang hanya 3 hari untuk bisnis dan selebihnya adalah berlibur melihat eksotiknya Thailand. Tanggal 6 Juni sesuai jadwal post tour yang kupilih yaitu Bangkok Krabi, aku sudah bersiap sejak pukul 5 pagi, check out dari hotel  bersama rombongan dan diantar menuju Bandara Suvarnabhumi untuk terbang ke kepulauan Krabi dengan Thai airways…

Yuhuuu.. aku gembira sekali dan berulang kali mengucap syukur atas nikmat dan karuniaNYA untuk melihat langsung keelokan pulau pulau berpasir putih di Thailand. Kami terbang jam 8 pagi dan tiba di bandara krabi sekitar jam 9 lewat 10 menit. Segala macam keperluan di udara panas terbuka telah kupersiapkan sebelumnya, diantaranya topi dan sunbath. Group kami berjumlah sekitar 19 orang yang rata rata berasal dari eropa, amerika dan asia. Dari Indonesia aku dan pak Gunawan.

Pemandu kami bernama Aud dipanggil ud, dia pandai dan professional sekali menghandle tamu asing. Semua informasi tentang krabi kuperoleh darinya. Aku menyukai kota ini, 75% penduduknya beragama Islam dan sisanya Budha. Mata pencaharian penduduk disini adalah petani karet, sawit dan Pariwisata. Kota kecil yang tenang. Krabi terasa panas dan terik, dikelilingi pulau yang berjumlah sekitar 137 buah pulau besar dan kecil.

Selesai dari bandara kami di antar menuju hotel Sheraton beach & Resort tempat kami menginap yang bagus sekali. Selesai berganti pakaian, kami menaiki speed boat yang akan membawa ke pulau Ko Hong. Pulau yang pasirnya putih sekali dan bersih, ketika diambil fose poto disana seakan hasilnya terbingkai indah dan menakjubkan. Bener bener keren sekali. Ingin rasanya berlama lama disini, karena seharipun tak akan cukup untuk mandi dan bersantai di pantai ini, sayang kami harus makan siang, agak telat menuju pantai ini karena lama persiapan di hotel tadi. Perut sudah mulai berkriuk kriuk tanda lapar.

perjalanan dilanjutkan kembali dengan speedboat menuju restorant di tepi laut Tub Kaek Beach,  sekitar 15 menit sudah tiba di area hotel untuk makan siang di restoran hotel.  Hotel sejenis hotel butik yang bagus sekali.

Makanan di hidangkan ala carte, dimulai dengan seafood spring rolls yang enak, selanjutnya sup tomyam, kari ikan, udang goreng dan makanan lainnya. Dan ditutup dengan air buah kelapa plus ketan mangga yang sangat enak, termasuk menjadi makanan favoritku di sini. Beras ketan Thailand pulen dan bersih sekali, enak plus gurih. Ini adalah cemilan yang paling kuincar kalau kesana lagi kelak. Seluruh rombongan terlihat sangat menikmati makan siang ini, kecuali pasangan dari Travel Apolita Bulgaria yang tidak menyukai sea food. Pembicaraan diantara kami mulai hangat dan saling mengenalkan diri. Aku dipanggil miss Indonesia oleh lisa dari Vietnam , ha..ha Lisa. ada Mr Indonesia juga disini yaitu pak Gunawan. ternyata Lisa lupa nama panggilanku. Ada juga Chris dari New York, president Elite travel. Baik dan ramah, dia dekat dengan Sophie dari Negara yang sama. Setelah selesai menikmati makan siang yang menyenangkan, kembali kami melanjutkan perjalanan mengunjungi pulau  pulau lainnya yang sangat menarik.

Seakan rasa letih dan lelah pergi menjauh akibat keasyikan menikmati pemandangan yang menakjubkan dari atas kapal.. Lea dan tiga rekannya dari Orlando sangat menikmati panas matahari yang terik. Mereka berbusana terbuka di dek depan. Katanya di negeri mereka kekurangan sinar matahari. Beruntunglah kita yang tinggal dinegeri tropis dengan matahari yang berlimpah, aku malah bersembunyi di bawah handuk dan topi, takut sekali dengan teriknya matahari yang menyengat. Bau solar mesin juga membuat aku tidak nyaman. Akhirnya aku memilih duduk di depan dek dibawah atap.

Selesai mengunjungi pulau pulau di Krabi dengan beberapa pantainya yang menarik, kami kembali ke hotel dan keluar lagi sekitar jam 7 malam untuk makan malam di restoran kawasan  Aonang Beach.

Restorant ini sangat terkenal dan memiliki menu yang paling kami sukai, aneka seafoodnya mantap dan sangat lezat. Hampir teller karena kekenyangan. Makanannya juga sama seperti pengolahan seafood di Indonesia, tidak ada beda sama sekali. Semua peserta memuji makanan ini, termasuk Lisa yang doyan seafood. Makanan di asia tidak ada bedanya ternyata, dia dari Vietnam juga mengatakan hampir sama bentuk dan rasanya. Di sekitar kami makan malam, ada anak anak lokal yang bermain dan menawarkan lentera. Aku dan beberapa teman membeli dan membakar lentera itu hingga terbang kelangit malam yang gelap. Tampak indah sekali. Udara pantai terasa menghembus dan membuat nyaman menikmati malam disini. Gara gara kekenyangan mata mulai terasa mengantuk tapi acara ternyata belum juga berakhir, Usai makan malam kami diajak untuk mengunjungi pasar malam di kawasan aonang yang sangat terkenal dengan berbagai barang kebutuhan tamu yang menginap di Krabi. Sepintas lalu kawasan pertokoan ini mirip di pertokoan kawasan Kuta dan Legian di Bali, hanya sedikit lebih kecil saja.

Keesokan  harinya selesai sarapan pagi di hotel,  rombongan bersiap untuk berangkat menuju pulau Lanta. Sekitar 3 jam perjalanan menuju kesana. Perjalanan dimulai menuju Lanta noi atau Lanta kecil , dari Krabi ada kapal yang menyeberangkan mobil  kesana, kapal ini tidak sebesar kapal penyeberangan Bekauhuni – Merak, karena jarak Krabi dengan Koh Lanta dekat sekali hanya dipisahkan seperti sungai, aku lupa apakah itu sungai atau laut. Tapi acara penyeberangan ini cukup menyenangkan, cepat, rapi dan aman sekali. Aku Tanya kepada Aud, kenapa tidak membangun jembatan saja. Ternyata masyarakat lokal lebih menyukai kapal penyeberangan daripada jembatan. Sebuah realita yang cukup dimengerti. Walau kecil pulau ini sangat bersih  dan mempunyai fasilitas yang cukup. Pulau ini seperti desa kecil yang damai dan tentram. Di pulau ini tidak ada hotel, lebih banyak penduduk yang bermukim disana. Setelah tiba di Lanta noi, kami menuju ke pulau berikutnya yang lebih besar yaitu Lanta yai, juga menggunakan ferry penyeberangan. Jarak tempuh ferry lebih cepat karena jarak pulau lebih dekat. disinilah pulau khusus pariwisata, memiliki pantai indah dan fasilitas ratusan hotel berbintang sepanjang pantai. Kami menginap di Lanta Sand spa & Resort, hanya sekitar 10 menit dari ferry penyeberangan. Kawasan hotel ini luas sekali. Di depan kamarku ada kolam renang. Airnya biru dan bersih. Kamarnya juga bagus dan nyaman.

Aku sedikit menyesal tidak berlibur bersama keluarga, karena sayang sekali suasana ini hanya kunikmati sendiri. Koh Lanta sangat cocok sebagai tempat untuk berbulan madu. Disamping suasananya damai, tenang dan memiliki pantai yang indah.  Ini adalah salah satu tempat paling romantis yang kutemui.

Kami menghabiskan waktu cukup lama di hotel ini, ada yang spa, berenang, menyisiri pantai, jogging di fitness  center atau mengisi dengan  kegiatan lainnya. Sementara aku memilih berenang dan berjalan menyisiri pantai, udara terasa  panas dan angin yang kencang menyibak rambutku. Disini aku merasakan berada di sebuah negeri yang asing. Sepi dan nyaris tak berpenghuni.

Keesokan harinya sekitar jam 12 siang kami check-out dari hotel dan makan siang di Kuao yai restaurant. Restoran ini menghadap ke pemandangn  laut dan lebih leluasa melihat sekitarnya.  Selesai makan kami diantar ke bandara untuk kembali ke Bangkok. Inilah hari terakhir yang indah di Krabi.

Tiba di Bangkok, TAT masih menyediakan 1 (satu)malam akomodasi di hotel siam city, aku beristirahat dengan nyenyak untuk mempersiapkan perjalanan esok ke Pattaya. Karena ada agent lokal Naneeya Travel, khun Dennis yang  berbaik hati memberikan  perjalanan ke Pattaya.

Ternyata Pattaya sangat eksotik dan mengagumkan, walau hanya sempat menikmati pada waktu siang hari, karena sorenya aku harus kembali ke Jakarta dengan pesawat Air Asia jam 8 malam.

Terakhir kali yang ingin kunikmati di bandara adalah ketan mangga yang sangat enak, aku benar benar ketagihan dengan makanan ini. Dan sempat kubungkus untuk dibawa pulang ke Jambi.

Aku merasa sangat beruntung dan berbahagia sekali dapat melihat serta menikmati keindahan Thailand yang penuh pesona.

Sembilan hari delapan malam kuhabiskan  waktu di Thailand, liburan sambil berbisnis yang sangat menyenangkan. Masa ini akan sangat kurindukan .

Dan semakin memicuku untuk bersemangat mempromosikan berwisata ke Thailand.

Aku ingin membawa teman teman dan kerabatku kesini, agar mereka bisa merasakan kegembiraan yang sama denganku saat ini.

Terima kasih TAT team yang telah berbaik hati mengundangku ke TTM+ dan berwisata di Thailand.

Semoga pengalamanku ini bisa terus menyemangatiku untuk mengabarkan berita baik tentang kemolekan Thailand.

Amazing Thailand.

Catatan Perjalanan by Nilawaty

About these ads

6 thoughts on “BUKAN HANYA SEKEDAR NEGERI GAJAH PUTIH

  1. Jalan2 terus enak to? Ya iyalah… he he…
    Hobi jalan2 pas sesuai dengan pekerjaan kita. Wah asyik juga tu…

    Ditunggu laporan jalan-jalan lainnya..

  2. ketika anda meneriakkan :”amazing thailand”,
    maka kapan kita saksikan para bule akan menjerit-jerit bahagia : “oh god, Very Amazing Jambi!!!”

    nice jambi
    beyik..beyikkk…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s